JA Medicare - шаблон joomla Создание сайтов

Dalam sejarahnya, Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Universitas Bakrie dikelola secara terstruktur mulai bulan Januari 2010 dengan dibentuknya suatu unit kerja khusus yang bernama Lembaga Manajemen Mutu (LMM). Standar acuan mutu dan standar proses kerja/ layanan yang sebelumnya sudah diberlakukan di unit-unit kerja organisasi tetapi masih terpisah-pisah, belum terintegrasi dan belum terdokumentasikan dengan baik, diintegrasikan oleh Lembaga Manajemen Mutu menjadi suatu sistem manajemen terintegrasi yang disebut Sistem Manajemen Mutu (SMM) atau Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Jadi, tugas dari Lembaga Manajemen Mutu (LMM) adalah merencanakan standarisasi, mendokumentasikan, mempersiapkan perangkat operasional standar, dan megkoordinasikan implementasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) atau Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Dalam perkembangan selanjutnya, sejak Mei 2012 Lembaga Manajemen Mutu (LMM) diubah namanya menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penjaminan Mutu atau disingkat Unit Penjaminan Mutu (UPM) yang kepalanya bertanggungjawab langsung kepada Rektor sebagai pimpinan puncak organisasi.

Demi mewujudkan visi dan misi Universitas Bakrie yang berorientasi pada wawasan global (internasional), sejak awal SMM/SPMI Universitas Bakrie dibentuk selain berbasis pada standar nasional pendidikan yang tertuang dalam UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional juncto PP No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (saat ini telah direvisi menjadi PP No. 32/2013), juga berbasis standar internasional ISO-9001:2008 dengan petunjuk implementasinya untuk institusi pendidikan yaitu International Workshop Agreement-2 (IWA2). Pada tanggal 28 Agustus 2012, SMM/SPMI Universitas Bakrie mendapatkan sertifikat pengakuan compliance terhadap ISO-9001:2008 dari United Registrar of System, suatu lembaga internasional yang diakreditasi oleh United Kingdom Accreditation Services (UKAS).

Jadi, SMM/SPMI Universitas Bakrie dikelola secara terpusat oleh Unit Penjaminan Mutu (UPM). Standar acuan mutu dan standar proses kerja / layanan, baik bidang akademik maupun non-akademik, berlaku sama untuk semua fakultas dan program studi. Setiap kelompok proses (context diagram) dikendalikan standarisasinya oleh seorang pejabat yang mempunyai pemahaman mendalam terhadap proses itu dan disebut pemilik proses (process owner). Meskipun standar acuan mutu dan standar proses kerja / layanan berlaku sama, sasaran mutu yang ditetapkan setiap tahun bisa berbeda-beda antar fakultas dan prodi, tergantung target prioritas peningkatan mutu yang ditetapkan untuk tahun tersebut. Sasaran mutu tahunan ditetapkan mengikuti rapat kerja (raker) universitas yang diadakan setiap tahun dan harus selalu mengacu pada kebijakan mutu universitas yang ditetapkan oleh Rektor.

Pelaksanaan SMM/SPMI dan kepatuhan setiap unit kerja diawasi sehari-hari oleh anggota Gugus Kendali Mutu (GKM) yang berada atau bekerja dalam unit kerja yang bersangkutan. Bilamana ada usulan perbaikan terhadap SMM/SPMI, anggota Gugus Kendali Mutu (GKM) akan mencatatnya dan menyampaikannya kepada ketua Gugus Kendali Mutu (GKM) yang juga merupakan kepala Unit Penjaminan Mutu untuk ditindak lanjuti. Jumlah anggota Gugus Kendali Mutu (GKM) di Universitas Bakrie saat ini adalah dua puluh sembilan (29) orang, termasuk ketua. Selain itu, pelaksanaan SMM/SPMI dan kepatuhan setiap unit kerja akan diperiksa secara reguler setiap tahun sesuai rencana (jadwal) oleh auditor internal universitas yang saat ini berjumlah total dua puluh (20) orang. Auditor-auditor internal akan memeriksa konsistensi dan efektivitas pelaksanaan SMM/SPMI, ketercapaian sasaran mutu dan realisasi program unit-unit kerja. Hasil dari audit internal dievaluasi dalam rapat besar yang disebut Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) dan ditindaklanjuti berdasarkan skema standar penindaklanjutan (preventive and corrective action) untuk perbaikan berkelanjutan. Pemeriksaan terhadap konsistensi dan efektivitas pelaksanaan SMM/SPMI dan kepatuhan setiap unit kerja juga dilakukan setiap tahunnya oleh auditor eksternal dari United Registrar of System dan kemudian juga ditindaklanjuti berdasarkan skema standar penindaklanjutan (preventive and corrective action) untuk perbaikan berkelanjutan. Semua dokumen SMM/SPMI dan dokumen-dokumen lain yang berkaitan dengan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan SMM/SPMI dan kepatuhan unit-unit kerja dikelola oleh seorang staf yang disebut Document Controller (DC). Brand Unit Penjaminan Mutu (UPM) Universitas Bakrie dengan aktivitas-aktivitasnya adalah “UB-quality”.

 

STRUKTUR ORGANISASI

Struktur organisasi Unit Penjaminan Mutu (UPM) Universitas Bakrie mencakup organ-organ berikut ini:

Kepala Unit Penjaminan Mutu (UPM) sekaligus Ketua Gugus kendali Mutu (GKM)

Gugus Kendali Mutu

Auditor-auditor Internal

(Document Controller (DC)

 

Secara singkat, tugas dari masing-masing jabatan dalam organ-organ pada bagan tersebut adalah sebagi berikut ini:

Kepala Unit Penjaminan Mutu (UPM): mengkoordinasikan perencanaan standarisasi, pendokumentasian, persiapan perangkat operasional standar, dan implementasi SMM/SPMI.

Gugus Kendali Mutu (GKM): mengawasi konsistensi dan efektivitas pelaksanaan SMM/SPMI sehar-hari.

Auditor-auditor internal: memeriksa konsistensi dan efektivitas pelaksanaan SMM/SPMI secara reguler.

Document Controller (DC): mengendalikan semua dokumen SMM/SPMI dan dokumen-dokumen lain yang berkaitan dengan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan SMM/SPMI.

 

 

LAIN-LAIN

Keterangan lebih detail tentang SMM/SPMI Universitas Bakrie dapat dilihat pada Manual Mutu Sistem Manajemen Mutu (Sistem penjaminan Mutu Internal) Universitas Bakrie 2013.

 

Kontak Kami:

 

Ketua Lembaga : Ir. Gunardi Endro, Ph.D