fbpx

Universitas Bakrie resmi teken kerjasama di bidang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan PT Bumi Resources Minerals pada Kamis, 9 September 2021. Penandatanganan yang dilakukan antara Rektor Universitas Bakrie Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M. Sc., Ph. D., IPU. dengan Direktur Utama PT Bumi Resources Minerals, Suseno Kramadibrata ini merupakan salah satu bagian dari perjalanan menuju 11 tahun Universitas Bakrie yang akan jatuh pada 20 September 2021 nanti. 

 

 

Kolaborasi ini membuahkan beberapa kesepakatan, diantaranya praktisi dari BRMS akan rutin memberikan kuliah tamu di Universitas Bakrie, kesempatan magang bagi Dosen serta peluang bagi mahasiswa untuk membuat penelitian tugas akhir di site BRMS. Direktur Utama PT Bumi Resources Minerals juga menyatakan bahwa pihaknya siap mengirimkan sample sumber daya yang berasal dari unit BRMS untuk di uji di laboratorium Universitas Bakrie.

 

 

Selain dengan BRMS, Universitas Bakrie akan membentuk kolaborasi bersama anak usaha dari Kelompok Usaha Bakrie lainnya, hal ini merupakan perwujudan dari semangat 11 tahun Universitas Bakrie yang mengusung tema “Collaboration to Level up the Impact”.

Perjalanan Universitas Bakrie akan terus berlanjut!

Di usianya yang akan menginjak 11 tahun tepat pada 20 September 2021 ini, Universitas Bakrie telah berhasil menduduki posisi ke-4 untuk Perguruan Tinggi Se-Indonesia dalam kriteria SDG-4 Quality Education, dan SDG-13 Climate Change yang membawa Universitas Bakrie sebagai Perguruan Tinggi Swasta terbaik ke-1 di Jakarta dan ke-2 di Indonesia berdasarkan The Times Higher Education 2021.

 

 

Kerja keras seluruh civitas demi menuju tingkatan tersebut tidaklah singkat. Berikut merupakan highlight perjalanan Universitas Bakrie selama 11 tahun berkontribusi dalam dunia pendidikan Indonesia.

 

Universitas Bakrie resmi membuka kegiatan U-Bakrie’s Week 2021 yang merupakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang akan diselenggarakan selama dua hari secara daring hingga 1 September 2021. Pada tahun ajaran 2021/2022 ini Universitas Bakrie menerima 1026 mahasiswa dengan rincian 725 mahasiswa program S1, 85 mahasiswa program S2, dan 216 mahasiswa program ekstensi. U-Bakrie’s Week 2021 diisi oleh sambutan Rektor Universitas Bakrie Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D., IPU, Ketua Yayasan Pendidikan Bakrie Ibu Ike Nirwan Bakrie, dan keynote speech dari Asisten Sekretaris Umum Pemprov Jawa Barat, Dr. Dudi Sudrajat Abdurrachim, M.T.


Dalam pidato membuka agenda orientasi mahasiswa baru tersebut, Rektor Universitas Bakrie, Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D., IPU menyatakan bahwa kondisi pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir dua tahun ini menghadapkan berbagai sektor pada situasi anomali, tidak terkecuali perguruan tinggi. Pandemi yang menyebabkan banyak korban jiwa turut mempengaruhi kondisi ekonomi masyarakat, melihat kondisi tersebut Universitas Bakrie berusaha dengan optimal untuk berkontribusi dalam menjamin keberlanjutan pendidikan anak bangsa dengan meningkatkan beasiswa dan kebijakan pembayaran cicilan biaya kuliah.

 

 

 

Prof. Sofia berharap U-Bakrie’s Week 2021 ini menjadi langkah awal bagi para mahasiswa baru untuk menjadi generasi yang kreatif, memiliki semangat juang, serta skill kolaborasi yang tinggi dan sehingga adaptif dalam menghadapi era disrupsi teknologi dan berbagai tantangan dalam pandemi covid ini. “Untuk membentuk lulusan yang berdaya saing, Universitas Bakrie menerapkan metode experiental learning dan melibatkan peran aktif dari para akademisi, industri, pemerintah, hingga masyarakat sehingga mahasiswa bisa merasakan pengalaman belajar yang sesuai dengan perkembangan masa depan”. 

 

 

Tepat pada bulan September 2021 ini, Universitas Bakrie akan menginjak usia 11 tahun. Pada usia yang relatif muda, Universitas Bakrie melalui kerja keras berbagai pihak berhasil menduduki posisi ke-4 untuk Perguruan Tinggi Se-Indonesia dalam kriteria SDG-4 Quality Education, dan SDG-13 Climate Change yang membawa Universitas Bakrie sebagai Perguruan Tinggi Swasta terbaik ke-1 di Jakarta dan ke-2 di Indonesia berdasarkan The Times Higher Education 2021.

Pusat Studi Geopark Universitas Bakrie (PSG U-Bakrie) pada Bulan Juli 2021 menjadi salah satu penerima hibah partisipasi masyarakat dalam GNRM yang dikelola oleh Kemenko PMK dan Forum Rektor Indonesia (FRI). Sebagai penerima hibah, PSG U-Bakrie mengusung tema kegiatan Geopark Bangkit: Aksi Gotong Royong Generasi Muda dalam Pengembangan Geopark Indonesia. Tema ini kemudian dimanifestasikan dalam rangkaian Festival Geopark Indonesia Bangkit yang berkolaborasi dengan Badan Pengelola Belitong UGGp, Bappenas, dan Belitong Youth Geopark Community.

Kick-off Festival Geopark Indonesia Bangkit telah terlaksana pada Minggu, 22 Agustus 2021 dalam format Virtual Talkshow. Walaupun covid-19 memberikan tekanan ekonomi yang sangat besar bagi sektor pariwisata, namun pandemi juga menghadirkan sejumlah peluang bagi pengembangan destinasi wisata berbasis alam, salah satunya melalui pengembangan Ekowisata Geopark. "Universitas Bakrie ingin mengirimkan pesan kepada seluruh pemangku kepentingan, bahwa pengembangan Geopark memainkan peranan yang sangat vital bagi kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi nasional" ucap Rektor Universitas Bakrie, Prof. Sofia W Alisjahbana dalam sambutannya.

 

Turut hadir pula Dr. Togu Pardede (Koordinator Pengembangan Geopark BAPPENAS RI) dan Ir. Dyah Erowati (Inisiator Belitong Geopark) yang menyatakan bahwa kita patut bersyukur atas warisan alam dalam bentuk keunikan geologi yang dianugerahkan di Indonesia dalam sambutannya Dr. Togu  dan  Ir. Dyah Erowati berharap rasa syukur tersebut dapat terimplementasikan dalam semangat gotong royong pemuda-pemudi bangsa dalam menjaga potensi Geopark.

 

Rangkaian pertama Festival Geopark Indonesia Bangkit ini dimeriahkan dengan special performance tarian Tortor Pangurason sebagai simbol penyucian diri dan keseimbangan yang dibawakan oleh Stela Angelica (Youth of Toba Caldera UGGp).  Masuk ke acara inti, yaitu virtual talkshow yang di moderatori oleh Tri Wibowo (Anggota Public Relations IGYF) membahas bagaimana peranan anak muda dalam pembangunan Geopark di daerah masing-masing dengan topik “Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang! Gotong Royong Membangun Geopark” dengan narasumber Arry Adistya Yoga, yang merupakan pemuda daerah Belitung. Ary menyatakan bahwa Geopark merupakan salah satu wujud syukur atas kepemilikan dari apa yang ada di bumi ini. Penting bagi para pemuda Indonesia untuk bersama-sama berjalan dalam harmoni dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutannya. 

 

Selain itu, Melani Priscilla Mokonio (Penggiat Sosial Institut Mosintuwu), narasumber kedua yang mewakili daerah timur Indonesia dalam menekankan “anak muda punya energi yang besar dan pemikiran yang sangat terbuka, ini merupakan momen kita untuk peduli dan mencintai potensi yang ada di lingkungan sekitarnya melalui berbagai cara, salah satunya dari jalur konservasi”.

 Pada tanggal 13-15 Agustus 2021, Indonesian Students Association for International Studies (ISAFIS) berkolaborasi dengan Prodi Ilmu Politik Universitas Bakrie telah menyelenggarakan Jakarta International Model United Nations (JMUN 2021). JMUN merupakan konferensi Model United Nations (MUN) internasional di Indonesia yang didirikan ISAFIS pada tahun 2011.

JMUN 2021 membawa tema besar “Redefining the Global Megatrends: Weaving Unity and Enhancing Adaptability” yang didasari oleh perubahan-perubahan dan perkembangan yang sedang dihadapi masyarakat di seluruh dunia yang berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan. Dalam acara ini, para peserta telah berhasil melaksanakan kompetisi dalam bentuk debat dan diskusi yang dapat mengasah kemampuan diplomasi dan negosiasi dengan juga menambah wawasan para peserta mengenai budaya Jakarta. Tidak hanya itu, sebagai konferensi MUN ini berskala Internasional, JMUN telah berhasil menjadi wadah bagi para peserta untuk memperluas jaringan sesama peserta yang berasal dari berbagai negara di dunia ini. Tahun ini, JMUN telah berhasil mengumpulkan kurang lebih 400 peserta dan 40 observer yang berasal dari berbagai negara dan institusi, yaitu Malaysia, Singapore, Vietnam, India, Philippine, Netherlands, South Korea, Australia, Japan, USA, Italy, Taiwan, Thailand, Pakistan, Bangladesh, Turkey, dan Qatar.

JMUN 2021 juga dimeriahkan oleh keynote speaker ternama, yaitu Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta), Satya S. Tripathi (Former Assistant Secretary-General of the United Nations, Secretary-General of the Global Alliance for a Sustainable Planet), Sandiaga Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia), dan Nadiem Makarim (Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi). Dalam Opening Ceremony, acara diawali dengan Panel Discussion bersama Dr. Vivi Yulaswati MSc. (Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan), Dr. Venkatachalam Anbumozhi (Director of Research Strategy and Innovations at the Economic Research Institute for Asia), dan H.E. Armando G. Álvarez (Ambassador of Mexico to Indonesia). Tidak hanya itu, saat Closing Ceremony, JMUN 2021 juga menambah wawasan dan pengetahuan peserta dengan mengundang Selphine Jeanita, B. Ed. MA yang merupakan
Board Trustee Most and Beyond. JMUN 2021 dilaksanakan dengan membagi peserta ke dalam 9 council yang memiliki fokus masing-masing, yaitu antara lain ECOFIN, UNICEF, UN-Habitat, UNHRC, UNSC, SPECPOL, ICAO, UNCA, dan CRISIS.

Walaupun JMUN tahun ini dilaksanakan secara daring, JMUN 2021 dinilai sangat berhasil dalam memenuhi objektif acara dan memenuhi ekspektasi para peserta. "Dalam menjalankan sebuah acara, tentu kita akan selalu berorientasi kepada objektif acara tersebut. Terkait JMUN, objektif yang kami pegang teguh adalah memberikan kesempatan untuk pemuda pemudi bertukar pikiran secara kritis, dan mengenalkan budaya-budaya Indonesia, tepatnya Jakarta ke dunia luar. Berdasarkan acara kami kemarin yang berlangsung 4 hari dari pre-event hingga main event, saya pribadi dapat menyimpulkan bahwa JMUN 2021 sudah berhasil memenuhi objektif kami," ujar Ghina Raihanah, selaku Secretary General of JMUN 2021.