fbpx

event

  • Ajang Mapres Universitas Bakrie Berhadiah 45 Juta Rupiah, Pendaftaran Ditutup 28 April 2020

    Peluang untuk mengikuti ajang Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Universitas Bakrie masih terbuka hingga tanggal 28 April 2020. Kegiatan ini menawarkan total hadiah sebesar 45 Juta Rupiah bagi mahasiswa yang memiliki prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik. Setelah melengkapi proses administrasi, para peserta akan mengikuti tahapan selanjutnya yaitu test Bahasa Inggris via online yang turut melibatkan para juri.

  • Ajang Pengenalan Kampus, Universitas Bakrie Menggelar U-Bakrie’s Week 2021 Bagi 1026 Mahasiswa Baru

    Universitas Bakrie resmi membuka kegiatan U-Bakrie’s Week 2021 yang merupakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang akan diselenggarakan selama dua hari secara daring hingga 1 September 2021. Pada tahun ajaran 2021/2022 ini Universitas Bakrie menerima 1026 mahasiswa dengan rincian 725 mahasiswa program S1, 85 mahasiswa program S2, dan 216 mahasiswa program ekstensi. U-Bakrie’s Week 2021 diisi oleh sambutan Rektor Universitas Bakrie Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D., IPU, Ketua Yayasan Pendidikan Bakrie Ibu Ike Nirwan Bakrie, dan keynote speech dari Asisten Sekretaris Umum Pemprov Jawa Barat, Dr. Dudi Sudrajat Abdurrachim, M.T.


    Dalam pidato membuka agenda orientasi mahasiswa baru tersebut, Rektor Universitas Bakrie, Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D., IPU menyatakan bahwa kondisi pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir dua tahun ini menghadapkan berbagai sektor pada situasi anomali, tidak terkecuali perguruan tinggi. Pandemi yang menyebabkan banyak korban jiwa turut mempengaruhi kondisi ekonomi masyarakat, melihat kondisi tersebut Universitas Bakrie berusaha dengan optimal untuk berkontribusi dalam menjamin keberlanjutan pendidikan anak bangsa dengan meningkatkan beasiswa dan kebijakan pembayaran cicilan biaya kuliah.

     

     

     

    Prof. Sofia berharap U-Bakrie’s Week 2021 ini menjadi langkah awal bagi para mahasiswa baru untuk menjadi generasi yang kreatif, memiliki semangat juang, serta skill kolaborasi yang tinggi dan sehingga adaptif dalam menghadapi era disrupsi teknologi dan berbagai tantangan dalam pandemi covid ini. “Untuk membentuk lulusan yang berdaya saing, Universitas Bakrie menerapkan metode experiental learning dan melibatkan peran aktif dari para akademisi, industri, pemerintah, hingga masyarakat sehingga mahasiswa bisa merasakan pengalaman belajar yang sesuai dengan perkembangan masa depan”. 

     

     

    Tepat pada bulan September 2021 ini, Universitas Bakrie akan menginjak usia 11 tahun. Pada usia yang relatif muda, Universitas Bakrie melalui kerja keras berbagai pihak berhasil menduduki posisi ke-4 untuk Perguruan Tinggi Se-Indonesia dalam kriteria SDG-4Quality Education, dan SDG-13Climate Change yang membawa Universitas Bakrie sebagai Perguruan Tinggi Swasta terbaik ke-1 di Jakarta dan ke-2 di Indonesia berdasarkan The Times Higher Education 2021.

  • Collaboration to Level up the Impact, Semangat Universitas Bakrie Memasuki Usia 11 Tahun

    Jakarta, Universitas Bakrie memasuki usia 11 tahun tepat pada tanggal 20 September 2021 lalu. Perayaan ulang tahun secara virtual dengan tema  Collaboration to Level up the Impact juga dijadikan ajang penguatan kolaborasi antara kampus dan industri melalui penandatanganan MoU kerjasama dibidang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan 11 perusahaan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bakrie, yaitu: PT Petromine Energi Trading, PT Bumi Resources Minerals Tbk,  PT Kaltim Prima Coal, PT Energi Mega Persada, Minarak Brantas Gas Inc, PT Bakrie Capital Indonesia, PT. Bakrie Sumatera Plantations tbk, Bakrie Untuk Negeri, ANTV, VIVA, dan TVOne. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua dan Pengurus Yayasan Pendidikan Bakrie, Perwakilan dari Kelompok Usaha Bakrie, beserta civitas akademika Universitas Bakrie.

     

     

    Dalam usianya yang masih tergolong muda, Universitas Bakrie telah mengalami transformasi dan memainkan peran strategis untuk berkontribusi bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan sumber daya manusia unggul. Universitas Bakrie yang kini menduduki posisi Perguruan Tinggi Swasta Terbaik ke-2 di Indonesia, berdasarkan pemeringkatan Impact Ranking Times Higher Education 2021 telah melalui perjalanan panjang, yang juga ditandai dengan beberapa capaian lainnya, seperti terpilihnya Universitas Bakrie oleh Bappenas sebagai PTS pertama dalam program peningkatan gelar akademik bagi Aparatur sipil Negara, perolehan hibah International Credit Transfer dan hibah Kedaireka dari Dikti.

     

     

     

    “Pencapaian tersebut tentunya tidak membuat Universitas Bakrie berpuas diri, terlebih tantangan kedepan membutuhkan sinergi dan kolaborasi antara universitas dan Kelompok Usaha Bakrie, dan juga solidaritas yang menjadi semangat dalam menjawab tantangan yang semakin kompleks” ucap Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, Rektor Universitas Bakrie dalam sambutannya.

     

     

     

     

    Universitas Bakrie memiliki visi untuk menjadi “A globally recognized university through engagement with industries and experiential learning methods”sebagai Perguruan Tinggi yang lahir di tengah ekosistem industri, Universitas Bakrie terus berupaya menjawab kebutuhan dunia industri dan dalam kesempatan perayaan hari ulang tahun ini, Universitas Bakrie menyampaikan apresiasi mendalam bagi kolaborasi yang terjalin dengan Bakrie Swasakti Utama atas dukungan penyediaan fasilitas kampus, PT Kaltim Prima Coal yang mendukung pendirian Laboratorium Teknik Lingkungan. PT Bumi Resources Minerals, dalam pengembangan Laboratorium Teknik Sipil dan Teknik Industri, serta program internship Dosen.

     

     

    TVOne pada kerjasama iklan Universitas Bakrie, serta pemberian beasiswa kepada para karyawan TVOne. ANTV dan Viva, yang selalu mendukung dalam kerjasama liputan media Universitas Bakrie, PT Energi Mega Persada untuk kolaborasi pengembangan empat desa wisata di Riau.  PT Bakrie Sumatera Plantations dan PT Provices Indonesia, atas dukungan dalam program pemanfaatan kepakaran dan training SDM. PT Bakrie Capital Indonesia, PT. Petromine Energy Trading, Minarak Brantas Gas Inc, dan PT Gaia Energi Baik, sebagai sponsorship pelaksanaan kegiatan Universitas Bakrie. Bakrie Untuk Negeri dan Bakrie Amanah dalam pengembangan beasiswa mahasiswa serta PT Bumi Resources dan Bakrie & Brothers atas dukungan dalam penyediaan praktisi dan ahli dalam kegiatan pembelajaran mahasiswa.

     

  • Festival Geopark Bangkit Ajak Anak Muda Gotong Royong Membangun Potensi Wisata Geopark

    Pusat Studi Geopark Universitas Bakrie (PSG U-Bakrie) pada Bulan Juli 2021 menjadi salah satu penerima hibah partisipasi masyarakat dalam GNRM yang dikelola oleh Kemenko PMK dan Forum Rektor Indonesia (FRI). Sebagai penerima hibah, PSG U-Bakrie mengusung tema kegiatan Geopark Bangkit: Aksi Gotong Royong Generasi Muda dalam Pengembangan Geopark Indonesia. Tema ini kemudian dimanifestasikan dalam rangkaian Festival Geopark Indonesia Bangkit yang berkolaborasi dengan Badan Pengelola Belitong UGGp, Bappenas, dan Belitong Youth Geopark Community.

    Kick-off Festival Geopark Indonesia Bangkit telah terlaksana pada Minggu, 22 Agustus 2021 dalam formatVirtual Talkshow. Walaupun covid-19 memberikan tekanan ekonomi yang sangat besar bagi sektor pariwisata, namun pandemi juga menghadirkan sejumlah peluang bagi pengembangan destinasi wisata berbasis alam, salah satunya melalui pengembangan Ekowisata Geopark. "Universitas Bakrie ingin mengirimkan pesan kepada seluruh pemangku kepentingan, bahwa pengembangan Geopark memainkan peranan yang sangat vital bagi kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi nasional" ucap Rektor Universitas Bakrie, Prof. Sofia W Alisjahbana dalam sambutannya.

     

    Turut hadir pula Dr. Togu Pardede (Koordinator Pengembangan Geopark BAPPENAS RI) dan Ir. Dyah Erowati (Inisiator Belitong Geopark) yang menyatakan bahwa kita patut bersyukur atas warisan alam dalam bentuk keunikan geologi yang dianugerahkan di Indonesia dalam sambutannya Dr. Togu  dan  Ir. Dyah Erowati berharap rasa syukur tersebut dapat terimplementasikan dalam semangat gotong royong pemuda-pemudi bangsa dalam menjaga potensi Geopark.

     

    Rangkaian pertama Festival Geopark Indonesia Bangkit ini dimeriahkan denganspecial performance tarian Tortor Pangurason sebagai simbol penyucian diri dan keseimbangan yang dibawakan oleh Stela Angelica (Youth of Toba Caldera UGGp).  Masuk ke acara inti, yaituvirtual talkshow yang di moderatori oleh Tri Wibowo (Anggota Public Relations IGYF) membahas bagaimana peranan anak muda dalam pembangunan Geopark di daerah masing-masing dengan topik “Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang! Gotong Royong Membangun Geopark” dengan narasumber Arry Adistya Yoga, yang merupakan pemuda daerah Belitung. Ary menyatakan bahwa Geopark merupakan salah satu wujud syukur atas kepemilikan dari apa yang ada di bumi ini. Penting bagi para pemuda Indonesia untuk bersama-sama berjalan dalam harmoni dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutannya. 

     

    Selain itu, Melani Priscilla Mokonio (Penggiat Sosial Institut Mosintuwu), narasumber kedua yang mewakili daerah timur Indonesia dalam menekankan “anak muda punya energi yang besar dan pemikiran yang sangat terbuka, ini merupakan momen kita untuk peduli dan mencintai potensi yang ada di lingkungan sekitarnya melalui berbagai cara, salah satunya dari jalur konservasi”.

  • Universitas Bakrie Kembali Mengadakan Metamasa, (Merdeka Kata Mahasiswa) Vol II

    Jakarta, 26 November 2021, Universitas Bakrie kembali mengadakan online event Merdeka Kata Mahasiswa (Metamasa) untuk kedua kalinya. Mengusung tema Education for Future sebagai bentuk motivasi untuk generasi muda yang masih terus berjuang untuk pendidikan, Metamasa menghadirkan Emir Mahira, aktor muda yang dikenal dengan segudang prestasi. Selain Emir, ada Mercedez Ernanda yaitu mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Bakrie yang kini tengah menempuh program pertukaran pelajar ke University of Zagreb Kroasia, dan penampilan musik spesial dari penyanyi muda IDGITAF.

     

    Mercedes Ernanda yang menjadi narasumber pertama dalam kegiatan ini berpendapat bahwa merdeka baginya adalah tidak takut untuk berpendapat “aku pernah mengalami momen dimana aku takut untuk jawab pertanyaan dosen di kelas, karena aku nggak pede sama ilmu yang aku punya, dan takut salah” namun menurutnya mindset tersebut bisa membuat mahasiswa tidak berkembang. Ia juga membagikan pengalamannya hingga bisa mengikuti pertukaran pelajar ke Kroasia. Mercy menjelaskan bahwa Kaprodinya adalah salah satu orang yang berjasa dalam proses keberangkatannya, Mercy bercerita bahwa dirinya mendapatkan banyak informasi dan motivasi dari sang Kaprodi. Mercy mengakui bahwa awalnya ia ragu bisa lolos seleksi, hingga tahapan demi tahapan sukses ia lalui dan mendapatkan namanya lolos menjadi salah satu mahasiswa yang terpilih untuk mengikuti studi di University of Zagreb. “Pesan aku untuk seluruh calon mahasiswa adalah jangan sampai jadi anak muda yang takut berpendapat, terutama di dalam kelas. Jangan pernah ragu untuk mengekspresikan potensi yang kita miliki, karena wawasan kita akan semakin kaya jika ditambahkan banyak sudut pandang orang lain”.

     

     

    Pada sesi pembicara kedua, Emir Mahira Salim juga menyampaikan pendapatnya terkait betapa pentingnya pendidikan untuk masa depan. Aktor yang banyak membintangi film ini membuktikan bahwa ia bisa membagi waktu antara pekerjaan dan pendidikan dengan baik, salah satunya adalah ia berhasil menyelesaikan studinya di University of British Colombia. “Pendidikan adalah hal yang sangat penting, dalam hal apapun yang kita kerjakan, tidak ada ilmu yang tidak terpakai” Emir menambahkan bahwa anak muda harus bisa memecahkan berbagai permasalahan sosial yang kerap timbul di masa ini “critical thinking, moral purpose,dan behavior, buat aku adalah elemen yang bisa membantu menganalisa masalah dan menghasilkan solusi yang bisa memuaskan di kemudian hari”. tutupnya.

     

     

    Ditengah-tengah kegiatan, IDGITAF hadir menghibur peserta METAMASA yang didominasi siswa SMA/Sederajat dengan menyanyikan lagu Hal Indah Butuh Waktu Datang.

     

     

    Rektor Universitas Bakrie, Prof. Ir. Sofia W Alisjahbana turut menyapa para partisipan zoom. Beliau menyampaikan bahwa Universitas Bakrie yang masih berusia muda sudah mendapatkan sederet prestasi, diantaranya dinobatkan sebagai PTS terbaik kedua di Indonesia versi Times Higher Education 2021, selain itu pada bulan November ini THE kembali memilih Universitas Bakrie sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi di Indonesia yang bersanding dalam 17 Universitas di dunia yang berhasil menerapkan Net Zero Emission, “hal ini dapat berarti bahwa kampus telah berhasil melakukan pengembangan baik di bidang pembelajaran dan kontribusi bagi masyarakat”

     

     

    Rektor Universitas Bakrie berharap Metamasa ini bisa menjadi ajang motivasi bagi anak-anak muda dalam mengejar mimpinya. “walaupun dalam kondisi pandemi, pendidikan tetap harus berjalan sebab pendidikan yang berkualitas merupakan kunci kebangkitan suatu bangsa” oleh karena itu, pada masa ini Universitas Bakrie berkomitmen untuk menyediakan banyak kuota beasiswa bagi calon mahasiswa, selain itu mahasiswa aktif yang berprestasi juga berkesempatan mendapatkan beasiswa full beserta uang saku setiap bulannya.