fbpx

newsUB

  • Mengenal Pasar Modal Indonesia Melalui Seminar “YUK NABUNG SAHAM”

    Universitas Bakrie bekerjasama dengan Indonesia Stock Exchange Mengadakan Seminar “Yuk Nabung Saham” dengan pembicara Muhammad Fadli Fatahuddin (Regional Development Unit Indonesia Stock Exchange). Mahasiswa Universitas Bakrie diajak mengenal Pasar Modal Indonesia sekaligus didorong untuk berinvestasi saham.

  • Mengenali Digital Marketing UBER Lebih Dekat

    Jakarta (23/11)-Program studi Manajemen mendatangkan Guest Lecturer yang membahas digital marketing dengan mengahadirkan Gia Adhika selaku Lead Marketing Manager UBER Indonesia. Selain memaparkan aktivitas digital marketing yang telah dilaksanakan UBER, Gia juga menginformasikan perkembangan UBER yang begitu cepat melalui marketing experience yang memberikan pengalaman berbeda bagi setiap penggunanya.

  • Menggali Informasi Tentang Pengembangan Produk Pangan di Industri Melalui Guest Lecture


    Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie mengadakan Guest Lecture yang bertema Pengembangan Produk Pangan di Industri pada Rabu (25/04/18) di Ruang 1 dan 2 Universitas Bakrie.

  • Menghadapi Perubahan Iklim Global dengan Kebijakan dan Inovasi pada Lingkungan

    Saat ini perpolitikan di dunia tidak lagi hanya terfokus dengan hubungan antar negara, tetapi isu lingkungan dan perubahan iklim global pun menjadi isu panas dalam hubungan internasional. Global climate change atau perubahan iklim global saat ini menjadi salah satu topik yang perlu diperhatikan oleh seluruh negara di dunia karena menjadi sebuah tanggung jawab yang harus diemban bersama. Negara-negara di dunia kini juga mulai membuat kebijakan yang mendukung pelestarian lingkungan yang memungkinkan aktivitas manusia, terutama bidang ekonomi, berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan dan pencegahan memburuknya perubahan iklim.

  • Menghadapi Tantangan Dunia Kerja dalam Meeting and Sharing Knowledge Bersama Bapak Irwan Syarkawi

    Program Studi Teknik Informatika Universitas Bakrie mengadakan kegiatan sharing session yang bertajuk Meeting and Sharing Knowledge pada Rabu (02/05/18) di Ruang 2 Universitas Bakrie.

  • Mengisi Akhir Pekan Dengan Memahami Agrobisnis

    Jakarta-(03/12) Di akhir pekan, Inkubator Bisnis UBPreneur memberikan pengetahuan baru melalui pelatihan tentang wirausaha hijau dengan memberikan pelatihan budidaya jahe merah organik kepada mahasiswa Universitas Bakrie. Pelatihan ini dilakukan dengan mendatangkan alumni Univrsitas Bakrie, yaitu Fajar yang terkenal sebagai CEO Saung Ayam.

  • Mengubah Persepsi Melalui Komunikasi di Era Digital Bersama Commcreation 2019

    Jakarta 24 Maret 2019, Communication Creativity in Action (Commcreation) kembali digelar diawal tahun ini untuk berbagi ilmu serta keseruan kepada peserta yang hadir. Commcreation sendiri merupakan core event dari Himpunan Ilmu Komunikasi (HMILKOM-UB) yang  diselenggarakan tiap tahunnya. Event ini selaras dengan metode

  • Menilik Keberhasilan Strategy Campaign Marketing Bersama Prasetyo Hermanto

    Jakarta, 22 November 2016, Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie (UB) kedatangan Guest Lecturer (GL) yaitu Prasetyo Hermanto sebagai Managing Director of SAM-CGI (Creative Group Indonesia). Acara ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi dari angkatan 2013 hingga 2015. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang 1 dan 2 pada pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.

  • MENJADI RELAWAN UNTUK MENJADI COMPASSIONATE LEADERS

    Seorang pemimpin harus membangun kredibilitas dan kepercayaan untuk menggerakan pengikutnya melalui komunikasi kepemimpinannya. Agar dipercaya oleh para pengikutnya, penting bagi pemimpin untuk mengenal dan mengelola dirinya dengan baik dahulu. Salah satu cara untuk meningkatkan rasa kepedulian sosial kepada masyarakat luas adalah berkontribusi dan memberikan dampak yang postif melalui volunteering.

     

    Kegiatan sukarelawan atau kerap dikenal dengan volunteeringmerupakan kegiatan yang umum dilakukan. Volunteering memiliki banyak bentuk diantaranya; membantu dengan sukarela, meluangkan waktu & kemampuan serta menyalurkan tenaga dalam mencapai suatu tujuan tertentu. Volunteer sering dilakukan dalam sebuah acara di bidang kemanusiaan, lingkungan, sosial, juga perhelatan besar semacam festival. Acara dan event yang membuka kesempatan untuk menjadi volunteer biasanya berada pada taraf yang besar serta jangkauan yang luas.

    Dalam online panel discussion yang dilakukaan oleh Prodi Manajemen Universitas Bakrie hari Jumat, 6 november lalu, Ibu Risa BhinekaWati selaku CSR Expert & Reseaercher serta bu Novitalia selau People Development & Engagement Specialist di Nutrifood diundang sebagai pembicara untuk berdisuksi bersama mengenai pentingnya peran seorang individu dalam melakukan volunteering untuk menjadi pemimpin.

    Sesi pertama diawali dengan Ibu Risa memperkenalkan tentang Employee Volunteering yaitu program sukarelawan yang dibuat oleh perusahaan & yang menjelaskan beberapa tipe program employee volunteering yang sudah diterapkan banyak perusahaan secara global. Employee Volunteeringada banyak macam antara lain; fundraising, localt event, volunteer awards, charity, team building dan coaching. Namun, program ini masih termasuk hal yang mikro dikalangan perusahaan-perusahaan besar di Indonesia, dimana sebagian besar program employee volunteeringsendiri hanya dijadikan bagian dari strategi CSR.

     

    Pada nyatanya, EV merupakan program yang kontribusinya sangat besar untuk suatu perusahaan walaupun ini suatu hal yg masih dipandangan sebagai hal micro di Indonesia. Keuntungannya sangat banyak, Employee volunteeringdapat diterapkan sebagai alat manajemen strategis pemberi kerja untuk memperoleh manfaat internal dari peningkatan OCB, dan manfaat eksternal dari peningkatan manajemen pemangku kepentingan dan reputasi perusahaan sambil memecahkan masalah pembangunan berkelanjutan.

    “Employee Volunteering bisa memberikan potensi untuk memberikan kontribusi bagi setiap aspek dari sustainable development sehingga juga memberikan kontribusi bagi dunia yang lebih baik” Ujar Bu Risa.

    Pada sesi kedua, Bu novi menguatkan statement-statement bu Novi dengan menjelaskan program-program employee volunteeringyang sejauh ini sudah diterapkan di PT. Nutrifood. Nutrifood memiliki visi untuk “Menjadi #RumahKedua, memberi makna, menginspirasi hidup sehat dengan membatasi asupan gula, garam & lemak (GGL). Di Nutrifood, program volunteering yang ada disebut Nutrifood volunteerismdimana Nutrifood percaya untuk membantu karyamawan-karyawannya membangun empati & koneksi secara internal maupun eksternal. Hal ini merupakan actionyang dilakukan oleh Nutrifood sebagai upaya membangun excellent leadershippada individu, sehingga mereka bisa menemukan makna dalam diri sendiri dan mengajak orang lain untuk mencari maknanya. Dari makna tersebut, akan munculah passion dari diri untuk membuat suatu perbedaan yang positif.

    “Dengan mengadakan program ini, diharapkan para volunteer bisa menjadi grateful, berempati dan inklusif, kita bisa do action. Jadi engga cuman empati, tetapi kita bisa jadi pribadi yang compassionate. Kemudian, dengan kegiatan volunteerism di Nutrifood, kita percaya ini bisa jadi salah satu media juga untuk membangun excellence lewat leadership-nya. Jadi kita kasih kesempatan buat temen-temen untuk memimpin & menemukan makna untuk dirinya sendiri dan juga mengajak orang lain untuk sama-sama menemukan makna dari kegiatan volunteerism ini.”Ujar Bu Novi tentang harapan dari kegiatan Volunteerism Nutrifood.

    Nutrifood percaya bahwa volunteerism dapat mendukung proses development leadership seseorang, dan juga meningkatkan emotional engagement-nya kepada masyarakat luas sehingga berdampak positif kepada diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. Penting bagi seseorang untuk mencari makna untuk diri kita sendiri dulu, baru menciptakan makna dengan orang lain, sehingga mereka bisa menjadi seorang pemimpin yang membawa pengaruh positif.

     

     

  • MENRISTEK: PENTINGNYA KOLABORASI PERGURUAN TINGGI DAN INDUSTRI UNTUK INDONESIA

     

    Jakarta (15/10/2020) – Universitas Bakrie dan Forum Rektor Indonesia mengadakan webinar mengenai ‘How to Build Sustainable Collaboration Between University and Industry’ yang bekerja sama dengan Kementerian Riset & Teknologi, Badan Riset & Inovasi Nasional dan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional, Webinar ini diadakan secara virtual dan  disiarkan langsung melalui YouTubeUniversitas Bakrie.

    Acara tersebut dibuka oleh Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D., Head of Research, Innovation and Industrial ComissionForum Rektor Indonesia, dan Rektor Universitas Bakrie. Kemudian disambung oleh Prof. Arif Satria, Chair of Forum Rektor Indonesia sekaligus Rektor IPB University yang memaparkan mengenai tantangan yang saat ini dihadapi, yaitu adanya gappenelitian yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dengan kebutuhan industri.

     
         

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Prof. Bambang Soemantri Brodjonegoro, Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional memaparkan bahwa pada masa pandemi saat ini adalah masa untuk mengakselerasi transformasi digital.

    “Masa pandemi saat ini adalah masa untuk mengakselerasi transformasi digital, disinilah peran inovasi dan kerja sama industri dengan perguruan tinggi, saya berharap Pemerintah terus mendukung kolaborasi ini” ujarnya.

    Prof. Bambang juga memaparkan bahwa Indonesia saat ini sedang mengembangkan sektor ekonomi berbasis inovasi, kolaborasi inovasi antara perguruan tinggi dan industri sangat dibutuhkan.

     

    Webinar ini turut menghadirkan praktisi yang memberikan paparannya terkait future practice pengembangan inovasi di era disrupsi antara Perguruan Tinggi dan Industri, diantaranya ialah Associate Prof. Muhammad Aziz, Dr. Eng., Institute of Industrial Science the University of Tokyo, Associate Prof. Riyanti Djalante, Ph.D., United Nations University-Institute fot the Advanced Study of Sustainability., Prof. M.Akbar Rhamdhani, the Director of Transport Innovation Centre and Fluid Process Dynamics Group Swinburne University of Technology.

    Harapannya terdapat lesson learnedyang dapat diambil dari kegiatan ini, serta menciptakan solusi dari existing barrier (cultural, technological, market and regulatory) dalam pengembangan inovasi bekerja sama dengan industry.

     

     

  • Menumbuhkan Ekonomi dengan Objek Budaya Lokal Melalui Teknologi Digital dalam Acara MAGSTORM 2018

    Jakarta, 22 Maret 2018. – Management Brainstorming (MAGSTORM) merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen – Universitas Bakrie. MAGSTORM tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya karena terdapat 3 rangkaian acara, yaitu MANSION (Management Smart Discussion), DIGTION (Digital Marketing Competition), dan yang terakhir adalah MEXPO (Management Expo), yang kali ini mengusung tema besar “Improving Indonesia’s Economy by Introducing Local Culture Globally Through Digital Marketing” bertujuan untuk menumbuhkan ekonomi melalui teknologi digital dengan objek budaya lokal sebagai penerus perekonomian Indonesia di masa depan.

  • Menyimak Kesuksesan Martha Tilaar Group dalam Memanfaatkan Momentum

    Senin (18/12/2017), Program Magister Manajemen Universitas Bakrie mengundang Kilala Tilaar, Creative and Innovation Director of Martha Tilaar Group untuk menjadi salah satu dosen tamu dalam acara sharing session yang dihadiri oleh Mahasiswa Program MM UB. Tema sharing session kali ini adalah Managing Innovation: Living in Uncertain Times.

  • Menyusul ITP, Prodi Teknik Sipil Universitas Bakrie Memperoleh Beasiswa Gratis ke Jepang

    Setelah beberapa waktu yang lalu mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan (Prodi ITP) Universitas Bakrie telah memberangkatkan mahasiswa ke Jepang dalam Sakura Science Program pada November 2016, kini Prodi Teknik Sipil menyusul kesuksesan tersebut dengan memberangkatkan mahasiswa dari Prodi Teknik Sipil untuk mengikuti program di bidang sains Japan-Asia Youth Exchange Program in Science.

  • Milestones Program Magister Manajemen Universitas Bakrie

    Sejak resmi dibuka tahun 2013, Magister Manajemen (MM) Universitas Bakrie secara simultan mengalami peningkatan yang signifikan, dari peningkatan kualitas akademik, staf pengajar, yang berbuah manis dengan diraihnya Akreditasi A pada tahun 2017. Dan di tahun ke-lima nya telah menerima angkatan ke-9 yang ditandai dengan Pembukaan Kelas MM dan Kelas Karyawan, Senin, 26 Februari 2018 di Ruang 1 dan 2.

  • Millenials and Business in the Digital Era

    Program Studi Manajemen Universitas Bakrie mengadakan Guest Lecture "Millennials and Business in the Digital Era" dengan mengundang David Burke, Managing Director PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) sebagai pembicara (5/10) di R. 1 dan 2 Universitas Bakrie.

  • Minimalisir Kekhawatiran, Pengenalan Kampus Bisa Jadi Momen yang Bermanfaat

    Ospek atau Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus adalah hal wajib dan yang paling utama harus dihadapi oleh mahasiswa baru saat akan memulai perkuliahan di perguruan tinggi. Hal ini pula yang seringkali menimbulkan kekhawatiran dan menjadi sesuatu yang menakutkan bagi siswa SMA yang akan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Kamu pasti pernah mendengar beberapa kasus tentang tindakan kekerasan pada saat ospek di beberapa perguruan tinggi ataupun tindakan pem-bully-an serta bentuk senioritas lainnya yang seringkali memakan korban. Hal ini menjadi fokus perhatian utama saat memasuki tahun ajaran baru.

  • MODELING HOUSING RECOVERY AFTER THE 2018 LOMBOK EARTHQUAKES USING A STOCHASTIC QUEUING MODEL

    Universitas Bakrie menyelenggarakan Webinar berjudul “modeling housing recovery after the 2018 lombok earthquakes using a stochastic queuing model” pada hari Kamis, 17 Desember 2020 melalui aplikasi Zoom.Webinar ini dibuka oleh Ir. Esa Haruman W., MSc., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Bakrie serta dimoderatori oleh Raden Jachryandestama, S.T., M.L.S.M., Dosen Teknik Industri Universitas Bakrie ini turut mengundang Irene Alisjahbana, ST, MEERI. Peneliti dan PhD Candidate Civil and Environmental Engineering Department, Stanford University, USA., sebagai Narasumber.

    Kegiatan ini membahas mengenai bagaimana membangun dan mendesign struktur bangunan yang tidak rusak setelah terkena bencana Gempa Bumi, serta cara membawa suatu daerah balik ke titik kondisi awal sebelum terjadi Gempa tersebut dengan mengembangkan model antrian (versi model klasik housing recovery).

    Irene memaparkan bahwa semua orang sadar jika Gempa Bumi menyebabkan kerusakan yang amat parah, sebagai contoh ialah Gempa Lombok pada tahun 2018 yang mana setelah bencana terjadi daerah tersebut tidak hanya menghadapi kerusakan, namun juga harus memikirkan bagaimana membangun semua bangunan atau infrastruktur yang rusak untuk dapat kembali seperti semula. Pada presentasinya, Irene menjelaskan bahwa parameter masing-masing bencana memiliki tipe kerusakan berbeda. Hal ini dapat dibandingkan melalui hasil komulasi dengan data lapangan lalu membandingkan perbedaan dari dua kurva, sementara untuk melihat proses dan hasil rekonstruksi dibutuhkan kurun waktu selama beberapa tahun kedepan. Tujuan akhir dari penelitian Irene berguna untuk mempresiksi terjadinya Gempa pada masa mendatang, sehingga kita dapat membuat simulasi dan mempercepat rekonstruksi.

  • Muhammad Tri Andika: Presidential Threshold 20% Pemilu 2019, melemahkan Sistem Presidensial

    Disahkannya RUU Pemilu 2019 yang memuat ketentuan Presidential Threshold 20%, menuai kritik keras dari berbagai kalangan. Pengamat Politik Universitas Bakrie, Muhammad Tri Andika, menegaskan bahwa ketentuan Presidential Threshold (PT) 20%, bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi bernomor 14/PUU-XI/2013 yang mengatur pemilu serentak 2019.

  • Mutiara: Bermanfaat di Jakarta Smart City

    Nama saya Mutiara Wahyuni. Allhamdulillah, berkat bimbingan yang diberikan oleh dosen-dosen Universitas Bakrie dan penyebaran informasi yang cepat, saya bisa menjalankan program Internship (Magang)di salahsatu Unit Pengelola Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasanyaitu JAKARTA

  • Najib Riphat Kesoema: Hubungan Bilateral Indonesia-Australia

    Setelah dalam kurun waktu lima tahun terakhir hubungan antara Indonesia dan Australia sempat beberapa kali menegang akibat adanya konflik antara kedua negara dalam beberapa aspek yang berdampak pada sempat terputusnya hubungan kerjasama antara keduanya, namun nyatanya baik Australia maupun Indonesia saling membutuhkan satu sama lain. Hal ini pula lah yang diungkapkan oleh Najib Riphat Kesoema, Duta Besar Indonesia untuk Australia dan Vanuatu 2012-2017, pada Rabu (11/102017) dalam Diplomatic Stage yang diadakan oleh Departemen Ilmu Politik Universitas Bakrie yang membahas tentang tantangan dan peluang Politik Luar Negeri Indonesia terhadap Australia.