fbpx

Masih dalam suasana kemerdekaan, pada 23 Agustus 2021 Universitas Bakrie mengadakan acara open house bertajuk Merdeka Kata Mahasiswa atau METAMASA 2021. Acara ini merupakan bentuk semangat Universitas Bakrie dalam menyuarakan kemerdekaan di kalangan generasi muda khususnya mahasiswa. Acara yang dilaksanakan daring menggunakan platform Zoom ini dihadiri oleh lebih dari 200 partisipan dengan bintang tamu Andakara Prastawa, Jovial Da Lopez, Wandha Dwiutari, dan Keisya Levronka.

 

 

Pada sesinya, Andakara Prastawa atau akrab disapa Prastawa ini mengungkapkan banyak dukungan yang ia terima hingga sampai berada di titik sekarang. Mulai dari keputusannya berkuliah sambil menjadi atlet basket nasional, ia selalu mendapat dukungan kampus hingga teman-temannya semasa berkuliah di Universitas Bakrie. “Bagi seorang atlet, kemerdekaan itu berarti kebebasan. Bebas untuk berlatih, bebas untuk mengaspirasikan apa yang kita mau, berpendapat. Kalau buat aku kemerdekaan itu bisa bebas berpendapat dan menyuarakan apa yang kita mau. Kita dulu merdeka dari penjajah, tapi sekarang kita juga harus merdeka dari pandemi yang terjadi saat ini.” Jawab Prastawa ketika ditanya makna kemerdekaan. 

 

Tidak hanya Prastawa yang mengungkapkan pendapatnya terhadap kemerdekaan, Jovial Da Lopez, salah satu content creator Indonesia yang dikenal karena karya-karya terbaiknya melalui channel Skinnyindonesian24, juga ikut menyuarakan makna kemerdekaan baginya. “Merdeka dulu adalah bebas dari penjajahan. Sebetulnya sama saja, merdeka saat ini juga bebas dari penjajahan, hanya saja bukan merupakan penjajahan secara fisik melainkan pikiran. Logikanya seperti ini, semua orang punya pasti berpikir mereka tujuan hidup masing-masing, cuma terkadang mereka sangat terpengaruh oleh orang-orang atau opini di sekitarnya, ini merupakan penjajahan. Saya mau jadi apa, tapi orang-orang di sekitar saya mau jadi apa. Orang-orang disekeliling saya punya pendapat tentang keputusan saya. Menurut saya anak-anak muda yang merdeka adalah mereka yang bisa memperjuangkan apa yang mereka inginkan di jalan yang baik. Karena kalau di jalan yang buruk itu bukan kemerdekaan, itu hanya kebebasan yang tidak bertanggung jawab.” ucap Jovial ketika ditanyakan makna Kemerdekaan oleh Wandha Dwiutari yang merupakan moderator pada saat itu.

Jadi bagi Jovial, ketika anak muda yang bisa memperjuangkan apa yang mereka inginkan di jalan yang baik, mereka merdeka. Ia juga mengungkapkan pendapatnya tentang anak muda yang sulit merdeka saat ini. Baginya, di zaman globalisasi seperti sekarang ini sangat mudah kita terpengaruh dengan opini orang. Sama seperti ketika zaman penjajahan, Indonesia mau apa tapi selalu dipengaruhi oleh penjajah.

 

Ia juga menambahkan, “Kemerdekaan itu juga ketika anak-anak zaman now bisa mendengarkan kata hati mereka. Terkadang kata hati kita kurang terdengar karena suara orang-orang di luar jauh lebih kencang.” Jadi dapat disimpulkan bahwa kemerdekaan baru akan terjadi ketika kita bisa mendengar suara hati dan memperjuangkannya di jalan yang benar. Sebagai penutup acara   peserta mendapatkan hiburan dari Keisya Levronka,  lewat  single yang dia bawakan yaitu “Jadi Kekasihku Saja.” Keisya juga berpesan agar audiens selalu mentaati protokol kesehatan agar Pandemi COVID-19i bisa cepat selesai, dan kita mampu merdeka dari Pandemi COVID-19 yang sudah hampir 2 tahun melanda Indonesia.

Melalui acara ini diharapkan dapat membuka wawasan para mahasiswa untuk terus memperjuangkan kemerdekaan mereka masing-masing dan tidak ragu untuk menggapai mimpi. Universitas Bakrie siap mendukung para mahasiswa memperjuangkan mimpinya sejalan dengan konsep Merdeka Belajar oleh Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.