fbpx

Kamis (18/4) Jakarta – Pada Rabu, 10 April Himpunan Teknik Lingkungan – Universitas Bakrie menyelenggarakan Seminar interaktif bertemakan “Penggunaan Air Secara Efektif”, dengan pembicara I Made I.M. Brunner, S.T., M.T., MURP, Ph.D., selaku Kaprodi dari Prodi Teknik Lingkungan.  Ini merupakan kali pertama  Himpunan Teknik Lingkungan menyelenggarakan Seminar.

 

“Penggunaan dan pemanfaatan air secara bijaksana masih merupakan perilaku yang jarang di kalangan mahasiswa khususnya di Universitas Bakrie, hal ini memicu para mahasiswa untuk mengadakan seminar yang memberikan kajian mengenai langkah-langkah penggunaan air secara efisien dan sederhana.” tutur Hesli Octavia, mahasiswa Teknik Lingkungan UB yang merupakan  salah satu penggagas acara ini. Menurutnya dengan adanya kesadaran terhadap tindakan  penghematan air, maka penggunaan air secara efisien memungkinkan untuk diterapkan dalam aktivitas keseharian di lingkup Universitas Bakrie.

Dalam acara seminar,  pemakalah Bapak Made mengawali dengan pembahasan mengenai  gambaran singkat siklus hidrologi (hydrology cycle). Dengan mengetahui siklus tersebut maka diketahui pulahlah rata-rata persentase penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan perhitungan sederhana penggunaan air (data diambil dari diskusi antara mahasiswa), hasilnya rata-rata penggunaan air mahasiswa Universitas Bakrie per hari adalah 440 L/hari per individu, Sedangkan standar per orang adalah 86,4 liter per hari.

Dari permasalahan tersebut memunculkan berbagai macam solusi sederhana untuk menghemat air. Langkah-langkah  tersebut diantaranya menggunakan shower yang terbuat dari botol air mineral, menggunaakan teknik re-use pada saat mencuci, tidak berwudhu dengan volume air yang besar. 

Seminar tersebut tidak hanya membahas air secara spesifik, namun membahas permasalahan-permasalahan lingkungan yang sedang dihadapi dalam hubungannya dengan penggunaan air yang tidak bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini sangat menarik karena semua peserta diberi kesempatan untuk berdiskusi dan mengeluarkan pendapat terhadap problem yang dibicarakan. Pembicara dalam seminar ini sangat aktif untuk menjawab sehingga suasana ruangan menjadi sangat menarik. Dengan hadirnya kegiatan ini diharapkan dapat memberi dan mengubah pola pikir mahasiswa Universitas Bakrie untuk lebih tanggap terhadap lingkungan. (YaS)