fbpx

Manajemen

  • POA Awards 2019, Penghargaan untuk “The Most Positive Organization” di Indonesia

    Majalah SWA bekerjasama Asosiasi Psikologi Positif Indonesia (AP2I) menyelenggarakan Positive Organization Award, penganugerahan penghargaan pada perusahaan yang sudah mulai menerapkan positive organization yang memiliki berbagai dimensi melalui penilaian survey karyawan dan penjurian. Malam puncak penghargaan diselenggarakan di hotel Shangri-La Jakarta, Kamis (28/03) mengusung Seminar Best Practice “Organizational Transformation Toward a Positive Organization”.

    Menghadapi globalisasi, perusahaan dituntut untuk tidak sekedar efektif, efisien, dan kreatif, tetapi Iebih dari itu, yaitu perusahaan dapat bersaing dengan mengalami flourish dan secara internal organisasi, karyawan merasa nyaman dan berkembang, sehingga dapat bersaing dengan tidak mengalami tekanan akibat tuntutan persaingan yang ketat. Indonesia memerlukan banyak organisasi yang positif agar dapat mencapai 10 besar kekuatan ekonomi di dunia pada tahun 2025.

    Positive Organization Award mendorong organisasi untuk memiliki positive climate, positive communication, positive relationship, dan positive meaning. Organisasi yang positif akan membawa dampak positif bagi karyawan, anggota keluarga, masyarakat, serta membawa dampak kinerja industri yang akan mendukung kesiapan Negara Indonesia menghadapi tantangan di industri era industri 4.0.

    Ketua Program Studi Manajemen M. Taufiq Amir, Ph.D yang didapuk menjadi salah satu juri di POA Awards 2019 mengatakan AP2I memiliki misi pengembangan ilmu dan praktek psikologi positif, dan Seminar dan POA ini adalah salah satu program utama bidang keorganisasian nya. “Kami ingin menyelaraskan misi psikologi positif yg mendunia: menekankan 1)pengalaman-pengalaman positif, 2)kekuatan dan keutamaan seseorang, dan 3)institusi serta masyarakat yang positif.

    Jadi harus ada strategi, effort yang fokus dan mendorong hal-hal positif di tempat kerja. Apresiasi, rasa syukur, kebersamaan, komunikasi yang suportif, pemaknaan yang positif, harus jadi dominan.  Iklim yang positif sudah lama diketahui menjadi landasan untuk kinerja yang istimewa, extraordinary. Partisipan yang ikut kali ini membuktikan mereka bisa mendorong kinerja yang positive deviant – menyimpang tapi dalam hal-hal yang positif. Perusahaan optimal karena karyawan bekerja menampilkan sosok terbaiknya – the best self nya, tambahnya lagi.

  • POSITIVE CLIMATE IN DIGITAL TRANSFORMATION: LESSON LEARNED FROM THE CONSTRUCTION

    Pada hari Kamis tanggal 9 Januari 2020 Program Studi Manajemen mengadakan guest lecture yang diadakan di Ruang 1 dan 2 Universitas Bakrie. Dalam Guest lecture kali ini Prodi Manajemen mengundang Bapak Yohanes Victor S yang merupakan Manager Change Management Office dari PT Total Bangun Persada, Tbk dan Bapak Kukuh Prabowo yang merupakan General Manager dari PT Total Bangun Persada, Tbk sebagai narasumber. Guest lecture yang dilaksanakan hari ini memiliki tema “Positive Climate in Digital Transformation: Lesson Learned From the Construction Industry”.

  • Prodi Manajemen Belajar Kewirausahaan Online

    [UBpreneur] - Pada semester genap 2016/2017 ini, Prodi Manajemen Universitas Bakrie mulai menyertakan sistem belajar online pada mata kuliah Pengembangan Keterampilan Kewirausahaan. Perkuliahan ini mengadopsi metode belajar kewirausahaan dari Wadhwani Foundation (WF), melalui aplikasi komputer (mobile apps) Learn Wise.

  • Prodi Manajemen Mengadakan Faculty Visit ke PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

    Pada tanggal 17 September 2019, Prodi Manajemen Universitas Bakrie mengadakan Faculty Visit ke PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (Telkom). Yang menjadi perwakilan dari Prodi Manajemen adalah bapak M. Taufiq Amir, selaku

  • PRODI MANAJEMEN RAIH HIBAH MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) DARI DIKTI

    Prodi Manajemen berhasil mendapatkan hibah kerjasama kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program yang diajukan merupakan hasil kolaborasi prodi Manajemen bersama Bakrie Center Foundation (BCF) dengan judul proposal Building Compassionate Leaders (BCL): Pengembangan Kepemimpinan dan Empati Sosial lewat Magang Kerja dan Proyek Kemanusiaan. Hibah ini mendanai kegiatan pengembangan konsep magang dan proyek sosial yang rutin dijalankan BCF. Dengan menjalankan program ini, dampak yang diharapkan adalah lulusan Universitas Bakrie menjadi sumber unggulan sehingga dijadikan model percontohan yang bisa diterapkan juga di universitas lain di Indonesia.

    Program Building Compassionate Leaders bertujuan untuk membentuk kepemimpinan mahasiswa dengan memberikan pengalaman experiantial learning di tempat kerja dan berperan dalam pemecahan masalah strategis sosial. Optimalisasi yang dilakukan berawal dari pencapaain pembelajaran mata kuliah, dengan menerapkan teori yang dipelajari saat kuliah ke pengalaman praktis. Selain itu, aktivitas program juga ini juga bertujuan untuk menghasilkan kompetensi yang baru berupa hardskillsmaupun softskills.

    Bakrie Center Foundation (BCF) merupakan salah satu Yayasan di lingkungan keluarga Bakrie yang ingin berperan dalam menciptakan bakat-bakat yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Maka prodi studi Manajemen Universitas Bakrie ingin memanfaatkan inisiatif BCF sebagai mitra magang kerja dan proyek kemanusiaan. Taufiq sebagai kepala prodi Manajemen mengatakan program ini dapat menjadi keunggulan dan pembeda prodi.

    “Program ini bisa unik, karena satu-satunya yang di Indonesia. Kita bersyukur mendapat support dari BCF yang memiliki akses dan jejaring terkait proyek-proyek sosial.”

    Ujar Taufiq setelah mendapatkan approval dari pihak Dikti terkait program BCL.

    “Kami ingin kerjasamanya tidak hanya BCF, tapi juga meluas ke perusahaan-perusahaan,  organisasi kemasyarakatan seperti komunitas-komunitas”

    Dalam proyek ini, ada tiga dosen dari Prodi Manajemen Universitas Bakrie yang terlibat yaitu  M. Taufiq Amir selaku ketua pelaksana dengan tim anggota Holila Hatta dan Gunardi Endro.

  • Prodi Manajemen Universitas Bakrie Menanamkan Positive Leadership di Kalangan Middle Management Bakrie Group

    Sebagai perusahaan swasta nasional yang mampu bertahan dan terus berkembang hingga usia 76 tahun dan memiliki sumber daya manusia yang ribuan jumlahnya, Grup Bakrie terus membenahi diri , terutama dalam hal pengembangan SDM, contohnya melalui Bakrie

  • Program Studi Manajemen Universitas Bakrie Mengadakan Company Visit ke Elevenia

    Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Bakrie (HMM-UB) berkolaborasi dengan Elevenia yang merupakan salah satu situs belanja online untuk mengadakan company visit. Sebanyak 20 peserta dari mahasiswa program studi Manajemen Universitas Bakrie turut serta dalam kegiatan ini (27/02).

  • Program Studi Manajemen Universitas Bakrie Mengadakan Diskusi mengenai "Trend Online Learning di Perguruan Tinggi Indonesia"

    Saat ini, internet memang menjadi andalan setiap orang untuk memudahkan aktivitas dan mobilisasi. Dengan kemudahan akses tersebut, membuat orang dapat dengan mudah mengakses informasi dari mana saja dan kapan saja, termasuk cara mengakses ilmu yang bisa diakses melalui online. Salah satu caranya adalah dengan online learning.

  • Program Studi Manajemen Universitas Bakrie Rancang Kerja Sama dengan BEKRAF

    Program Studi Manajemen Universitas Bakrie mengadakan pertemuan dengan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) pada Jumat (19/01). Pertemuan tersebut dalam rangka tukar pendapat untuk merancang kerja sama antara Program Studi Manajemen Universitas Bakrie dengan BEKRAF.

  • Purmayanti Raih Juara Favorit Duta Bahasa Provinsi Bali 2021

    Ni Putu Purmayanti, mahasiswi Program Studi Manajemen tahun 2020 Universitas Bakrie berhasil meraih Juara Favorit dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Bali 2021 yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Bali dan Paguyuban Duta Bahasa Provinsi Bali. Purmayanti melewati serangkaian seleksi ketat sebelum mencapai tahapan grand final yang terlaksana sejak tanggal 1 Mei — 9 Juni 2021, diantaranya adalah uji kemahiran berbahasa Inggris, Indonesia, bahasa Daerah, hingga sesi debat. Purma dan finalis lainnya juga mendapatkan tantangan untuk membuat essayargumentasi, presentasi, wawancara mendalam, dan pembelakalan lainnya

     

    Kegiatan pemilihan ini diikuti oleh 104 peserta yang lolos pada tahap awal dan kemudian mengikuti tes tertulis dan wawancara,  hingga menyisakan 10 pasang finalis yang berhasil mengikuti pra-pembekalan dan pembekalan hingga babak grand final.10 pasang finalis ini juga memiliki tanggung jawab untuk mengkampanyekan gerakan Tri Gatra Bahasa dengan bergabung bersama Paguyuban Duta Bahasa Provinsi Bali.  Dalam perhelatan tersebut, Purmayanti memaparkan karya tulisnya yang berjudul TSB (Tim Sadar Bahasa), Pelopor Revitalisasi Kesadaran Berbahasa di Kalangan Remaja Berlandaskan Tri Gatra Bahasa.

  • Raih Hibah Dikti, Universitas Bakrie Berkolaborasi dengan Edinburgh Napier University

    Tahun 2017 merupakan tahun yang penting bagi Universitas Bakrie, selain meraih Akreditasi Institusi dari BAN-PT Kemenristekdikti, Universitas Bakrie berhasil meraih hibah Dikti di bidang penelitian sebesar Rp. 463.295.000,- juta rupiah untuk penelitian, mencakup Penelitian Kerjasama Luar Negeri dan Publikasi Internasional, Penelitian Produk Terapan, Penelitian Dosen Pemula, dan Penelitian Disertasi Doktor.

  • Rancang Kerja Sama, Program Studi Manajemen Universitas Bakrie Lakukan Audiensi dengan Jakarta Smart City

    Program Studi Manajemen Universitas Bakrie mengadakan audiensi dengan Jakarta Smart City pada Kamis (15/03/18) di Kantor Jakarta Smart City yang berlokasi di Gedung Balai Kota DKI Jakarta. Audiensi tersebut diadakan dalam rangka tukar pendapat dalam merancang kerja sama antara Program Studi Manajemen Universitas Bakrie dengan Jakarta Smart City.

  • Ridwan: Belajar Mengenai Produksi dan Pemasaran

    Perkenalkan, nama saya Ridwan Syarief. Alhamdulillah, Saya bersyukur atas bimbingan dosen-dosen dan dukungan di Universitas Bakrie. Saya menjalankan program Internship (Magang) di salah satu Instansi Pemerintahan, yaitu Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah. Kesempatan

  • Rifqi: Pengalaman Magang di Toyota

    Nama saya Rifqi Fauzan. Puji syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan kepada saya.  Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena bisa berkesempatan untuk bisa berkuliah di Universitas Bakrie salah satu perguruan tinggi swasta yang unggulan. dimana berkat bimbingan para Dosen yang memiliki

  • Seminar dan Bedah Buku

  • Seminar dan Bedah Buku Bersama St. Sularto: "Gratitude Practices in Organizations"

    Jakarta-(06/12) Sikap syukur erat sekali hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. Banyak yang mengetahui manfaat dari rasa syukur, namun tak sedikit pula diantaranya belum bersyukur.

  • Seribu Tahun Lamanya "Towards A Greater Company Through Triputra DNA"

    Program Studi Manajemen Universitas Bakrie kembali mengadakan guest lecture yang bertema Seribu Tahun Lamanya "Towards A Greater Company Through Triputra DNA" pada Jumat, 18 Mei 2018. Seminar ini menghadirkan pembicara Immanuel Adi P, Chief of Corporate Human Capital Management Triputra Group.

  • SEVP Human Capital Bank BNI Dr. Alex Denni: “Human Capital Challenges in Digital Era”

    (12/5)- “Mahasiswa Universitas Bakrie diharapkan tidak hanya mengenal aspek-aspek konseptual dari buku karena aspek-aspek praktis berkembang sangat cepat sehingga prodi merasa harus menghadirkan praktisi yang handal di bidangnya.” Ujar Kaprodi Manajemen, M. Taufiq Amir, SE., MM., Ph.D dalam sambutannya di acara Guest Lecture Prodi Manajemen “Human Capital Challenges in Digital Era” di Ruang 1 dan 2 Universitas Bakrie. 

  • SOCIOPRENEURSHIP BUTUH PEMIMPIN YANG PENUH EMPATI

    Program Studi Manajemen Manajemen U-Bakrie dan Bakrie Center Foundation berkolaborasi menyelenggarakan Webinar dengan tema Membangun Karakter Pemimpin yang Penuh Empati dalam Bisnis Sosialpada tanggal 20 November 2020.Webinar ini merupakan bagian dari program hibah yang diperoleh prodi Manajemen yaitu dirjen Dikti, yakni pengembangan konsep Building Compassionate Leaders, sebuah gabungan magang kerja dan proyek sosial. Acara ini menampilkan 2 pembicara yaitu Annisa Hasanah sebagai social enterprise Ecofunopoly dan Dessy Aliandra selaku Founder Sociopreneur Indonesia (SID).

    Acara ini berlatarbelakang maraknya perkembangan bisnis sosial di Indonesia. Pada tahun 2018, tercatat ada sekitar 340.000 bisnis sosial yang ada di Indonesia. Melihat potensi dan banyaknya jumlai pemain bisnis sosial dari berbagai sektor, bisnis sosial di Indonesia bisa menjadi kunci dalam membangun sektor ekonomi kreatif dan inklusif. Menurut penelitian yang dilakukan oleh British Council pada tahun 2019, bisnis sosial telah memberikan kontribusi dalam meningkatakn Pendaparan Domestik Bruto (PDB) sebanyak 1,9 persen.

    Tidak hanya pada dampak perekonomian saja, bisnis sosial juga berperan dalam mengatasi permasalahan sosial. Agar dapat mengatasi permasalahan sosial tersebut seorang sociopreneuerharus memiliki rasa empati sehingga mampu memetakan pemecahan masalah sosial tersebut dengan melakukan pendekatan bisnis. Profit dalam sebuah bisnis sosial bukan menjadi tujuan akhir namun sebagai bahan bakar agar mampu memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi pemecahan masalah yang ada.

    Annisa berasal dari keluarga yang bukan entrepreneurial friendlysehingga memulai suatu bisnis merupakan hal yang baru untuknya. Ia menceritakan bahwa di tahun 2009 ia mendapatkan ide dari berbagai kegiatan volunteering yang dijalankan untuk membuat game ecofunpoly. Game ini menunjukkan bagaimana caranya untuk mengajarakan anak-anak untuk peduli terhadap lingkungan. Dengan adanya game ini, Annisa jadi sering melakukan event bersama anak-anak di sekitaran taman IPB dan juga mengadakan kegiatan menanam tanaman sekalian praktek untuk mengenal tentang lingkungan. Sejak melaksanakan bisnis ini, dampaknya sangat besar ke berbagai aspek. Produk-produknya diproduksi dengan materi daur ulang sehingga ia berkolaborasi debgab pengrajin kayu yang lebih menggunakan 3000 limbah kayu. Hal ini juga berdampak pada pemberdayaan perempuan dimana para pengrajin perempuan ikut memproduksi produk-produknya. Salah satu tanggung jawab terbesarnya dalam membuat bisnis ini adalah menekan angka sampah dan menggunakan bahan-bahan reusable sehingga tidak mempolusikan lingkungan alam.

    Pada sesi selanjutnya, Dessy bercerita tentang perjalanan pribadinya dalam membangun empathetic leadershipdan social entrepreneurship. Dessy bercerita bahwa pendidikannya yang ia jalani sangat mempengaruhi visinya untuk menjadi seorang social entrepreneur. Sociopreneur.id bertujuan untuk memupuk pertumbuhan Kewirausahaan Sosial melalui Pendidikan Kewirausahaan untuk menciptakan 'Ekosistem yang Bertanggung Jawab'. Seseorang dapat bertanggung jawab tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi untuk orang lain dan lingkungannya, dunia dapat menjadi tempat yang indah untuk ditinggali. Sejak 2013, SociopreneurID adalah perancang ekosistem yang telah memprakarsai program kewirausahaan untuk meningkatkan kualitas manusia melalui pendidikan dan aksi kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan.

    “Orang Indonesia itu murah hati, tapi mereka tidak tahu cara menyalurkan kebaikan hatinya.”Ujar Bu Dessy. Berdasarkan data yang didapatnya, orang Indonesia merupakan orang-orang yang murah hati dan tingkat volunteerism diduduki di peringat 7. Namun dalma membantu orang asing, berada di peringkat 86 di dunia. Ini mengimpilaksikan orang Indonesia hanya membantu yang ada dalam grupnya. Sementara social entrepreneur harusnya membantu siapa aja, jadi disinilah peran Sociopreneur untuk mendorong tumbuhnya social empati dan mengimplementasi empati ke masyarakat luas.

    Di akhir sesi, Annisa juga memberikan pesannya dalam menjalankan bisnis sosial kepada para sosial entrepreneur yaitu;

    “Menjalankan sebuah bisnis sosial mengajarakan saya: profit penting tapi bukan satu2nya & impact. Empati bisa diasah dengan cara apapun mendengarakan orang, membaca dan mendiskusi.”

  • Sosialisasi Pasar Modal di Kalangan Mahasiswa Universitas Bakrie

    (15/5)-Sebagai upaya dalam mengembangkan Pasar Modal Indonesia dan meningkatkan pemahaman masyarakat akan investasi di Pasar Modal Indonesia, BEI secara konsisten melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

Page 4 of 5