fbpx

newsUB

  • Belajar Investor Relations Melalui Aksi Korporasi Bumi Resources

    Experience The Real Things bagi Universitas Bakrie bukan hanya sekedar tagline tapi secara simultan diaptasi ke dalam metode pembelajaran, yaitu metode Experiential Learning, seperti yang dilakukan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie pada Senin, 15 Mei 2018 di Ruang 1 dan 2 Universitas Bakrie dengan mengundang VP Investor Relations and Chief Economist PT Bumi Resources Tbk Achmad Reza Widjaja, SE, MS, Ph.D. dalam Guest Lecture atau CEO Talks yang mengusung tema “A Communication Skill for Sucessful Investor Relations”.

  • Belajar Langsung Proses dan Pengawasan Mutu di PT. Salim Ivomas Pratama Tbk.

    Pada hari Selasa, 11 Juli 2017 mahasiswa Universitas Bakrie program Studi Teknologi Pangan angkatan 2014 melakukan kunjungan industri ke PT Salim Ivomas Pratama Tbk. yang berlokasi di Jalan Industri 1, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Adapun kegiatan yang dilaksanakan adalah mengelilingi plant, dimana sebelumnya dijelaskan terlebih dahulu mengenai Safety Induction for Visitor dan gambaran umum mengenai proses pengolahan. Crude Palm Oil (CPO) menjadi beberapa produk turunannya (minyak goreng, margarin, shortening dll).

  • Belajar Menjadi Praktisi Handal Bersama ANTV

    Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie – 18 Mei 2017. Dalam rangka melengkapi kegiatan belajar mengajar di Universitas Bakrie khususnya Prodi Ilmu Komunikasi, kembali mengadakan Guest Lecturers (GL) dengan mengundang pembicara dari stasiun televisi nasional ANTV.

  • Bepahkupi Kembali Berekspansi!

    Bepahkupi seakan tidak kenal lelah untuk memperkuat bisnisnya. Startup yang memiliki visi untuk mendorong kopi Indonesia menjadi pemimpin pada kancah Internasional ini baru saja melakukan ekspansi ke daerah Jawa Tengah. Beberapa waktu lalu, team Bepahkupi didampingi olehKementrian Pertanian Indonesia dan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengahmelakukan kunjungan ke Kabupaten Semarang, Kabupaten Pati dan Kabupaten Temanggung. Kegiatan tersebut didasari dengan rencana pembangunanBepah Support Center (BSC) sekaligus mengobservasi kualitas serta kesiapan produksi Petani disana. Maulana Wiga, CEO Bepahkupi mengatakan “ekspansi ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi petani kopi yang terhalang pendistribusian kopinya dikarenakan pandemi”. Selain itu team Bepahkupi juga berharap bahwa Jawa Tengah menjadi langkah strategik untuk melebarkan bisnis di pulau Jawa.

  • BEPAHKUPI KEMBALI BERPRESTASI PADA FINAL PODIUM COMPETITION

    Bepahkupi kembali mengharumkan nama Universitas Bakrie dengan model bisnisnya yang mampu mendorong kesejahteraan petani kopi Indonesia pada tingkat nasional. Kali ini Bepahkupi meraih juara kedua pada final Podium Competition yang diselenggarakan oleh brand Karomah, Mudji, dan gabungan Pengusaha di Indonesia.

  • BEPAHKUPI KEMBALI DAPATKAN HIBAH $6,500 DARI AMAZON

    Bepahkupi rintisan mahasiswa Universitas Bakrie kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Startup Kopi Gayo ini berhasil mendapatkan kucuran hibah 6,500.00 USD dari Amazon, Amerika Serikat yang diberikan melalui perwakilan AWS Indonesia. Amazon melihat Bepahkupi memiliki misi sosial dan komitmen untuk selalu membangun ekosistem pertanian kopi Indonesia.

    Dana hibah ini bertujuan untuk mendukung Bepahkupi dalam mengembangkan ekosistem teknologi, keamanan, website-Mobile App, pembayaran, hingga layanan keuangan Bepahkupi. Dana diberikan untuk mendukung startup Bepahkupi dalam melanjutkan visi dan misinya yang menjunjung tinggi nilai-nilai social impact hingga bersaing dalam skala global.

    Maulana Wiga, CEO Bepahkupi menuturkan bahwa pandemi Covid-19 ini juga tidak menutup kemungkinan terjadinya krisis pada sektor kopi. "Kita juga merasakan dampak dari pandemi Corona ini. Kami mengalami masalah dalam distribusi. Kami juga kasihan dengan petani kopi," jelasnya. Oleh karena itu, Bepahkupi selalu siaga untuk melakukan inovasi agar senantiasa memberikan solusi terbaik kepada petani kopi Indonesia sehingga dapat kembali menjalankan bisnis secara normal setelah pandemi ini selesai.

     

  • BEPAHKUPI KEMBALI DAPATKAN HIBAH $6,500 DARI AMAZON

    Bepahkupi rintisan mahasiswa Universitas Bakrie kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Startup Kopi Gayo ini berhasil mendapatkan kucuran hibah 6,500.00 USD dari Amazon, Amerika Serikat yang diberikan melalui perwakilan AWS Indonesia. Amazon melihat Bepahkupi memiliki misi sosial dan komitmen untuk selalu membangun ekosistem pertanian kopi Indonesia.

    Dana hibah ini bertujuan untuk mendukung Bepahkupi dalam mengembangkan ekosistem teknologi, keamanan, website-Mobile App, pembayaran, hingga layanan keuangan Bepahkupi. Dana diberikan untuk mendukung startup Bepahkupi dalam melanjutkan visi dan misinya yang menjunjung tinggi nilai-nilai social impact hingga bersaing dalam skala global.

    Maulana Wiga, CEO Bepahkupi menuturkan bahwa pandemi Covid-19 ini juga tidak menutup kemungkinan terjadinya krisis pada sektor kopi. "Kita juga merasakan dampak dari pandemi Corona ini. Kami mengalami masalah dalam distribusi. Kami juga kasihan dengan petani kopi," jelasnya. Oleh karena itu, Bepahkupi selalu siaga untuk melakukan inovasi agar senantiasa memberikan solusi terbaik kepada petani kopi Indonesia sehingga dapat kembali menjalankan bisnis secara normal setelah pandemi ini selesai.

     

  • BEPAHKUPI KEMBALI DAPATKAN HIBAH $6,500 DARI AMAZON

    Bepahkupi rintisan mahasiswa Universitas Bakrie kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Startup Kopi Gayo ini berhasil mendapatkan kucuran hibah 6,500.00 USD dari Amazon, Amerika Serikat yang diberikan melalui perwakilan AWS Indonesia. Amazon melihat Bepahkupi memiliki misi sosial dan komitmen untuk selalu membangun ekosistem pertanian kopi Indonesia.

  • Bepahkupi Wakili indonesia di Perhelatan Hannover Messe Germany 2021

    Bepahkupi, startup besutan mahasiswa Universitas Bakrie akan mewakili Indonesia pada ajang Hannover Messe Germany 2021 pada 12 – 16 April 2021. Pameran dagang dunia ini pertama kali dimulai pada tahun 1947 dengan fokus pada isu teknologi, industri manufaktur, hingga penerapan teknologi pada revolusi 4.0 ini akan diselenggarakan secara digital melalui platform online yang ditampilkan dalam waktu dekat oleh Deutsche Messe AG, selaku pihak penyelenggara.

     

    Hannover Messe Germany 2021 menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di ASEAN yang menjadi Official Partner Countrydengan mengusung tema Making Indonesia 4.0 dan tagline Connect to Accelerate. Patisipasi Bepahkupi menjadi salah satu Startup Indonesia yang akan tampil pada perhelatan ini tidak terlepas dari dukungan Kementerian Perindustrian. Nantinya, team Bepahkupi akan mempresentasikan aplikasi dengan teknologi yang dapat mendukung kesejahteraan petani kopi di Indonesia serta mempromosikan keunikan kopi dalam negeri pada pasar global. Maulana Wiga, CEO Bepahkupi mengatakan bahwa peluang ini merupakan momentum yang luar biasa. Berbagai usaha telah ditempuh Bepahkupi demi menunjukkan eksistensi startup Indonesia pada ajang tersebut, salah satunya dengan melakukan pembaruan dan inovasi terhadap fitur aplikasi Bepahkupi.

     

    Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa pameran ini merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk mewujudkan visi industri nasional. “partisipasi Indonesia pada Hannover Messe diharapkan menjadi ajang yang positif untuk startup Indonesia dalam melakukan benchmarking pada teknologi industri 4.0, serta mampu membidik investasi potensial ke negara ini”.

  • Bepahkupi, Startup Mahasiswa Universitas Bakrie Jalin Kerjasama Dengan Kementrian Pertanian, Siap Memajukan Kopi Organik Indonesia

    Jakarta - Bepahkupi startup besutan mahasiswa Universitas Bakrie resmi bekerjasama dengan Kementerian Pertanian untuk memajukan kopi organik di Indonesia setelah menandatangani dokumen kerjasama di Gedung Kementrian Pertanian Indonesia pada Rabu, 2 Juli 2021.

    Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan lahan kopi organik di Indonesia sehingga mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi organik bersertifikasi internasional dari seluruh penjuru Indonesia. Bepahkupi dan Kementerian Pertanian bertekad untuk bisa membangun ekosistem kopi organik Indonesia serta mendistribusikan kopi petani lokal ke pasar domestik maupun internasional. Kopi organik memiliki potensi yang cukup besar, selain pangsa pasar yang sangat menjanjikan, berbagai negera di Eropa pun telah menjadikan persyaratan kopi organik untuk bisa masuk dan berekspansi kesana, melalui lisensi EU untuk Eropa, dan USDA untuk negara di Amerika.

    Bepahkupi yakin, kopi organik merupakan masa depan cerah bagi pertanian kopi di Indonesia karena kepedulian masyarakat terhadap kesehatan akan menguat, terlebih setelah pandemi Covid-19 ini. Direktur Pelindunggan Perkebunan Kementerian Pertanian, Ardi Praptono, SP, M.Agr., berkata “kami berharap kerjasama ini bisa memberikan manfaat bagi petani kopi Indonesia khusnya kopi organik untuk terus mengembangkan hasil panennya”. Hal serupa dituturkan pula oleh CEO Bapahkupi, Maulana Wiga yang meyakini bahwa dukungan Kementerian Pertanian dapat menumbuhkan ekosistem kopi organik yang go-global hingga mampu memaksimalkan potensi kopi organik Indonesia di Pasar Internasional.

  • Berbagi Selimut Melalui "Dear Malaikat Kecil"

    Jakarta – Setiap kegiatan praktik mata kuliah yang dilakukan oleh mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi bertujuan untuk membentuk mahasiswa yang kreatif dan ahli dibidangnya. Kegiatan praktik tidak hanya dijalankan pada kelas regular saja, namun kelas karyawan Prodi Ilmu Komunikasi juga melakukan berbagai kegaiatan praktik sebagai penunjang teori yang sudah dipelajari di kelas. Salah satu bentuk kegiatan praktik yang dilakukan mahasiswa kelas karyawan adalah program “Dear Malaikat Kecil”.

  • BERGABUNGLAH DENGAN BEASISWA BINA PRESTASI 2021 UNIVERSITAS BAKRIE!

    Dalam rangka mendukung semangat untuk mengukir prestasi serta membentuk karakter mahasiswa yang penuh percaya diri, Universitas Bakrie melalui Biro Kemahasiswaan menyelenggarakan program Beasiswa Bina Prestasi 2021. Kesempatan ini terbuka lebar untuk mahasiswa baru tahun ajaran 2021 dan juga mahasiswa yang kini tengah menempuh studi di Universitas Bakrie. Beasiswa akan diberikan dalam bentuk pembebasan biaya kuliah, tunjangan sebesar Rp 1.500.000/bulan, dan pembinaan prestasi oleh Biro Kemahasiswaan.

     

    Berikut merupakan kriteria serta persyaratan bagi calon penerima beasiswa:

    Kriteria:

    1. Memiliki rekam jejak prestasi Akademik dan atau Non-Akademik pada tingkat Nasional maupun Internasional
    2. Memiliki motivasi berprestasi yang kuat

    Syarat dan Ketentuan:

    1. Mengirimkan Curriculum Vitae (CV)
    2. Mengirimkan bukti dokumen prestasi
    3. Mengirimkan proposal singkat rencana prestasi di tahun 2021-2022 (untuk mahasiswa lama)

    *file diatas direkomendasikan untuk dikirim dalam bentuk PDF

    Tahapan seleksi:

    1. Pendaftaran (Februari – Maret 2021)
    2. Batas Pengiriman Aplikasi (31 Maret 2021)
    3. Seleksi Berkas (April 2021)
    4. Proses Psikotest (April 2021)
    5. Proses Interview (April 2021)
    6. Penetapan oleh Rektorat (Mei 2021)
    7. Pengumuman (Mei 2021)

    Termotivasi untuk berprestasi? jangan lewatkan kesempatan ini! Daftarkan diri kalian melalui http://bit.ly/BeasiswaBinaPrestasiMaba2021 (untuk mahasiswa baru) http://bit.ly/BeasiswaBinaPrestasi (untuk mahasiswa lama). 

    Untuk informasi lebih lanjut, hubungi: Oca – Biro Kemahasiswaan (0813-6812-9272) Informasi pendaftaran untuk Mahasiswa Baru, hubungi: Nita - Biro Admisi dan Promosi (0812-9704-0471)

     

  • Bermain Sambil Belajar di Teknologi Pangan Universitas Bakrie

    Berkuliah di Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie merupakan kesempatan yang menyenangkan untuk menimba ilmu selama 4 tahun. Dengan para dosen pengajar yang kualitasnya tidak diragukan lagi, mampu menyampaikan ilmu yang sangat saya gunakan sampai saat saya bekerja. Penyeimbangan antara teori dan praktek adalah hal yang sangat saya sukai di Teknologi Pangan (TP) Universitas Bakrie. Tidak melulu hanya text book yang kita baca, praktek secara langsung dapat membantu kita lebih memahaminya.

  • Berperan Aktif Dalam Menjaga Lingkungan Melalui Field Visit dan Gathering Goes to Pari

    Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie mengadakan Field Visit dan Gathering Goes to Pari pada Kamis dan Jumat (10-11/05/18). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Keluarga Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie (KMTL-UB) bersama Sirin Fairus, STP, MT selaku Ketua Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie dan Diki Surya Irawan, ST., MSi selaku perwakilan dosen.

  • Berperan Aktif Mengurangi Tingkat Pengangguran Melalui Job Fair & Entrepreneurship 2018

    Universitas Bakrie bekerja sama dengan Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Selatan mengadakan Job Fair & Entrepreneurship yang berlokasi di Universitas Bakrie. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari yakni 4-5 April 2018 dan diikuti oleh kurang lebih 30 perusahaan dan wirausaha.

  • Berperan Aktif untuk Jakarta melalui Management Social Responsibility 2017

    Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Bakrie (HMM-UB) mengajak beberapa adik-adik SD, SMP, SMA/SMK binaan dari Bakrie Amanah untuk mengenal lebih jauh mengenai Jakarta melalui kegiatan Management Social Responsibility (MSR) 2017. Acara yang dilakukan pada Rabu, 20 Desember 2017 ini mengusung tema Aku untuk Jakarta.

  • Bersaudara, Meski Tak Sedarah

    Beberapa hari ini, media massa dihebohkan dengan adanya kasus kekerasan atau bullying yang menimpa beberapa pelajar dan mahasiswa di Indonesia. Bullyingpada dasarnya tidak hanya melukai seseorang secara fisik, tetapi juga mengganggu psikis dan mental seseorang. Hal ini tentunya menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi sebagian besar pelajar maupun mahasiswa serta para orang tua.

  • Bersiap Menghadapi Revolusi Industri 4.0

    Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Bakrie (HMTI-UB) sukses menyelenggarakan acara tahunannya yaitu Breaking Industrial Limit (BIL) 2018. Breaking Industrial Limit (BIL) ini mengusung tema yang sangat menarik yaitu “Revolusi Industri 4.0”.

  • Bosan Belajar di Kelas, Tempat dan Metode Pembelajaran ini Bisa Jadi Alternatif Menyenangkan

    Kegiatan belajar mengajar seringkali menjadi suatu hal yang membosankan ketika di sekolah. Ruang kelas, guru, materi di papan tulis, buku, posisi tempat duduk, dan teman-teman di kelas seringkali menjadi komponen-komponen yang menimbulkan kejenuhan saat belajar. Sulit rasanya memungkiri bahwa jam kosong tanpa ada guru atau kegiatan-kegiatan lainnya di sekolah selalu menjadi momen yang paling kamu tunggu karena pada saat itu kamu akan bebas dan tidak perlu terpaku dengan materi pelajaran dan hal-hal lain yang membosankan di sekolah.

  • Breaking Industrial Limit 2021, Explore Your Creativity to Become Young Entrepreneur in The Industrial Revolution 4.0 Era

    Pada hari Sabtu, 03 April 2021 pada pukul 10.00-13.00 WIB, telah dilaksanakan rangkaian acara pertama dari Breaking Industrial Limit 2021 yaitu acara webinar. Breaking Industrial Limit 2021 merupakan salah satu program kerja dari Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Bakrie yang diadakan secara daring untuk pertama kalinya, dan rangkaian terakhir dari acara ini adalah pelaksanaan kompetisi “Business Model Canvas” yang diikuti oleh Mahasiswa dan Siswa SMA/sederajat seluruh Indonesia. 

    Acara BIL 2021 bertemakan  Explore Your Creativity to Become Young Entrepreneur in The Industrial Revolution 4.0 Era, dan Pembicara pada webinar ini adalah salah satu dosen dari Universitas Bakrie yaitu Bapak Dr. Ir. Didit Herawan, MBA.

    Acara webinar ini diikuti oleh sekitar 90 peserta, bukan hanya dari kalangan Mahasiswa namun juga dari Siswa SMA/sederajat juga turut ikut hadir mengikuti webinar tersebut. Acara Webinar dibuka oleh MC dari HMTI-UB yaitu Delia dan Erlangga, lalu dibuka dengan kata sambutan dari Ketua Pelaksana Acara yaitu Ismawati Anjani, dilanjutkan dengan kata sambutan dari ketua HMTI-UB Farrel Daffa Alamsyah, dan kata sambutan dari Ketua Program Studi Teknik Industri Bapak Gunawarman Hartono, M.Eng.

    Selanjutnya pembawaan materi oleh Bapak Dr. Ir. Didit Herawan, MBA tentang Implementasi Business Model Canvas untuk Inovasi Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0. Pak Didit menerangkan tentang apa itu Business Model Canvas dan kegunaannya sebagai modal presentasi bisnis yang rinci namun simple. Bukan hanya tentang materi BMC saja, namun Pak Didit juga memberikan inovasi untuk membangun, meningkatkan, dan menjaga keberlanjutan bisnis dan dapat bertahan seperti pada masa pandemi seperti ini. Suasana webinar terkesan sangat interaktif, karena tidak sedikit dari peserta webinar yang memberikan pertanyaan langsung mengenai poin-poin dari BMC atau mengenai real case yang mereka alami di kehidupan nyata.

    Setelah sesi materi Business Model Canvas oleh Pak Didit, dilanjutkan dengan presentasi dari pihak Pegadaian selaku sponsor dari acara Breaking Industrial Limit 2021 yaitu edukasi tentang pentingnya berinvestasi emas demi masa depan.

    Dilanjutkan dengan mini games, dan sesi foto bersama. Acara berjalan dengan sangat lancar, dan peserta yang mengikuti webinar pun turut aktif berinteraksi pada acara webinar tersebut.