Pada hari Selasa, 10 September lalu, Prodi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie menghadiri Undangan Roadshow Teknologi Tepat Guna Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Acara ini diadakan di Studio SCTV, Senayan City pada pukul 15.00-17.00 WIB. Roadshow ini dilakukan dalam rangka mempromosikan Lomba TTG STBM di Perkotaan yang diinisiasi oleh High Five sebagai anggota Pokja AMPL – Jejaring AMPL Nasional bekerjasama dengan Pundi Amal SCTV.

Selain itu, roadshow ini ditujukan agar semakin banyak kalangan univeritas akademika yang aware dengan Strategi Nasional STBM melalui momentum kegiatan Lomba TTG STBM di Perkotaan. Diharapkan, STBM akan memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan muda kampus. Selama dua jam, roadshow yang dihadiri oleh kurang lebih 300 orang dari berbagai universitas yang memiliki jurusan berhubungan dengan sanitasi di Jakarta, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, Poltekkes Jakarta II, termasuk Universitas Bakrie. Acara yang dipandu oleh MC Farhan ini berlangsung interaktif. Sesi pertama diisi dengan pengenalan mengenai program STBM ini dipaparkan oleh Direktur PL Kementerian Kesehatan, Drh. Wilfred H Purba, MM, Mkes. Sedangkan tantangan di fakta kondisi sanitasi urban dan kebutuhan teknologi, kemitraan dan strategi STBM untuk mempercepat pencapaian MDGS dan inovasi Teknologi untuk peningkatan akses sanitasi disampaikan oleh Direktur PP Bappenas, Ir. Nugroho Tri Utomo, MRP. Saat sesi tanya jawab, mahasiswa-mahasiswa Universitas Bakrie aktif bertanya saat sesi tanya jawab. Ada yang bertanya, mengapa lombanya cakupannya perkotaan, padahal masyarakat pedesaan juga memerlukan sanitasi yang baik dan kapasitas ekonominya lebih rendah. Ada juga yang bertanya mengenai keberlanjutan dari program ini, apakah setelah selesai masih akan diterapkan atau tidak.

 

Gambar 2 Sesi diskusi

 

 

Setelah sesi tanya jawab, sesi kedua dimulai. Kali ini turut mengundang Ewi C. Machdar (HIGH FIVE), Haryanto Salim (Business Innovation Center) dan Nana Suryana (INOTEK). Pak Ewi dari HIGH FIVE memaparkan mengenai persyaratan lomba STBM. Sedangkan Pak Nana dari INOTEK menjelaskan bahwa lomba ini akan ditinjau dari segi kelayakan teknologi untuk diterapkan di masyarakat. Kemudian, dari segi kelayakan ekonomi dan potensi untuk bisnis dijelaskan oleh Pak Haryanto dari BIC. Dari penjelasan-penjelasan tersebut, Prodi TLK semakin bersemangat untuk mengikuti lomba ini. Ayo berpartisipasi!