Penyelesaian Laporan Hendra Nurtjahjo mengatakan generasi muda harus sadar terhadap setiap pelaksanaan pelayanan publik yang dilakukan pemerintah. Hal itu disampaikannya dalam talkshow bertajuk "Setiap Kita adalah Pejuang Pelayanan Publik" yang digelar di Universitas Bakrie, Jakarta, Sabtu (5/12/2015).

"Ketika kita melihat hal yang tidak beres, kita harus peka terhadap kelambanan pelayanan publik," ujar Hendra, Sabtu siang.

Menurut Hendra, banyak pelayanan publik yang dijadikan komoditi oleh oknum aparatur di sektor publik. Padahal, aparatur pemerintah seharusnya benar-benar melayani publik karena mereka adalah public server.

Hendra pun mencontohkan maraknya pelayanan publik yang dijadikan komoditi itu. "Pelayanan publik yang tidak berfungsi dengan baik, kayak mau ngurus KTP. Misalnya kalau mau cepat harus bayar," katanya. Selain dijadikan komoditi, masih banyak penyimpangan pelayanan publik yang lain. Penyimpangan-penyimpangan itu disebut maladmistrasi.

"Maladministrasi sederhananya adalah penyimpangan administrasi atau penyimpangan pelayanan publik. Pelayanan yang tidak baik itu banyak sekali kan. Contohnya ngurus pasport. Kayak TKW mau ngurus pasport malah dihina, itu sikap aparatur melecehkan warga negaranya sendiri. Tapi kalau yang lain dilayani dengan baik, itu kan ada tindakan diskriminasi," lanjut Hendra. Oleh karenanya, Hendra berharap generasi muda dapat mengawal dan menjadi pejuang pelayanan publik. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi bangsa yang bersih dan terbebas dari maladministrasi.

"Saya berharap teman-teman mahasiswa menjadi pejuang pelayanan publik," tutur Hendra. Sebagai informasi, talkshow "Setiap Kita adalah Pejuang Pelayanan Publik" digelar atas kerja sama Ombudsman RI dengan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie. Selain talkshow, digelar pula Konser Genggam bernuansa pejuang pelayanan publik di Halaman Plaza Festival, Kuningan, Jakarta Selatan. (Nursita Sari)