fbpx

H.E. Mr. Bradley Armstrong Speaks Bilateral Relations Between Australia and Indonesia at Universitas Bakrie

Jakarta (6/11)- Eksekusi terhadap ‘Bali Nine’ terpidana mati pengedar narkoba Andrew Chan dan Myuran Sukumaran di Indonesia memicu kemarahan publik di Australia. Mengingat kedekatan geografis, eksekusi dari Andrew Chan dan Myuran Sukumaran bisa berlanjut dan semakin mempersulit hubungan diplomatik antara Jakarta dan Canberra. Demikian juga, klaim bahwa Presiden Indonesia Joko Widodo tidak memberikan pertimbangan permohonan grasi kedua pria seperti yang dipersyaratkan oleh hukum, dikhawatirkan mengganggu hubungan bilateral kedua negara.

Program Hubungan Internasional Universitas Bakrie mengundang Head of The Australian Embassy’s Political and Economic Branch H.E. Mr. Bradley Armstrong  untuk menjadi narasumber dalam Guest Lecture yang berjudul “Bilateral Relations Between Australia and Indonesia” dengan harapan dapat memberikan pemahaman yang luas yang jelas kepada seluruh mahasiswa di Program Hubungan Internasional tentang masalah ini dan bagaimana kondisi bilateral hubungan pasang surut antara Australia dan Indonesia. Mr. Bradley yang sangat fasih berbahasa Indonesia dan sangat humoris ini mengawali presentasinya dengan berpesan kepada mahasiswa bahwa betapa bijak bila kita menoleh kebelakang dan melihat sejarah hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia, dengan belajar dari sejarah beliau berharap dapat memajukan hubungan antar dua negara dimasa yang akan datang. Contohnya dengan penguatan kerjasama di berbagai bidang dari segi kemanusiaan, penanggulangan bencana, maritime, dan intelejen komunikasi, seperti yang tertuang dalam Perjanjian Lombok (Traktat Lombok) yang melibatkan Indonesia dan Australia dengan memberikan keuntungan yang sama besar untuk kedua belah pihak sehingga dapat meningkatkan stabilitas kerjasama dan mampu meningkatkan kekuatan pertahanan. Pengakuan dan kematangan dua negara tercermin dalam kemitraan strategis yang telah ditandatangani pada Maret 2010 tersebut mencerminkan hubungan Indonesia-Australia yang unik dan khusus, terutama hubungan bilateral perdagangan dengan menerapkan konsep global value chain. Hubungan bilateral Indonesia dan Australia mengalami peningkatan semenjak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kunjungan resmi ke Australia pada tanggal 9-11 Maret 2010 dan dilanjutkan dengan kujungan resmi Perdana Menteri Julia Gillard ke Indonesia pada tanggal 1-2 November 2010. Kunjungan tersebut mencerminkan eratnya hubungan antara Indonesia dan Australia.