fbpx

Sakura Science Program Teknik Sipil Universitas Bakrie (19-26 Februari 2017)

Mahasiswa/i Sakura Science Program pada pagi ini (21/2) mendengarkan workshop mengenai LOHAS (Lifestyle Of Health And Sustainability) dibawakan oleh Prof. Kosuke Ito di Nihon University.

Salah satu hasil research mengenai LOHAS adalah rumah LOHAS 1, 2 dan 3 yang merupakan rumah masa depan yang hemat energi, untuk  hemat energi LOHAS house terdiri dari photovoltaics, wind power generation, splar connector, geothermal collecting pipe; heat insulation walls dan heat insulation windows, heat pump, plumbing of floor system, rainwater harvesting system, LED lighting. Para peserta belajar banyak dari workshop ini dan menjadi salah satu bahan untuk research collaboration antara Universitas Bakrie dan Nihon University.

 

 

 


 

 

 

Setelah para peserta Sakura Science Program mendapatkan workshop mengenai LOHAS, selanjutnya para peserta mendapatkan pengalaman yang sangat menarik terkait dengan mata kuliah Dinamika Struktur dan mata kuliah Teknik Gempa di pusat research Nihon University. Dengan instruktur Ass Prof Noriaki Sento-Head of Lab Structure dan Prof Buntara-Prof dalam bidang Structure dan Optimasi para peserta dibagi menjadi 2 kelompok untuk menghitung waktu getar alami dari 1 single degree of freedom system. Hasil perhitungan manual dari kedua kelompok akan dibandingkan dengan hasil yang diperoleh dari 2D shaking table. Pengalaman yang sangat menarik adalah pengalaman dari para peserta untuk merasakan Kobe Earthquake yang terjadi pada tanggal 11 Maret 2011 dengan kekuatan 9 skala Richter terjadi di North Easr Coast Japan dengan kedalaman 20 miles. Melalui workshop ini para peserta mendapatkan pengalaman yang nyata Experience The Real Things bagaimana respons struktur dan humans pada saat gempa terjadi.

Para peserta menyiapkan 1 SDOF

Hari ini peserta sakura program memulai kegiatannya dengan mengikuti workshop dari Prof Nakano mengenai Development of Flower Bead of LOHAS a Water Purification System Utilizing Ecosystem Service.

Bersama dengan Ass Prof Sento didepan model dinding penahan longsor

 

Pada workshop ini diperlihatkan bagaimana purifikasi dari air limbah menjadi air bersih. Rektor Universitas Bakrie Prof Sofia memeriksa bagian atas dari system flower bed untuk melihat mekanismenya.

Di depan purification water treatment, Rektor UB Prof Sofia check the top filter

 

Students of Civil Engineering Department Universitas Bakrie discussing about water treatment

 


 

 

Sesuai dengan tema dari Sakura Science Program acara berikutnya pada sore hari kemarin peserta berangkat dari Nihon University ke FREA (Fukushima Renewable Energy AIST) yaitu pusat research mengenai renewable energy yang terletak di Fukushima. Perjalanan menggunakan bis kampus ke FREA memakan waktu sekitar 40 menit ke arah luar Koriyama mendekati daerah gunung Adatara yang masih bersalju. Sebelum mengunjungi FREA peserta mengunjungi shrine di dekat FREA yang dibangun sekitar tahun 1880 an. Setibanya di FREA kami disambut oleh Senior Researcher FREA Watanabe dan Collaboration Officer Mizuno. Acara pertama adalah perkenalan dari peserta Sakura program yang dilanjutkan dengan pemutaran FREA dan kunjungan lapangan.

Peserta bersama Mr Watanabe-Fukushima Collaboration Officer

FREA institut merupakan institut yang sangat didukung oleh Pemerintah Jepang, dalam waktu singkat sekitar 2.5 tahun FREA terbentuk untuk mewujudkan visi Japan untuk menjadi negara yang sepenuhnya menggunakan renewable energy di tahun 2040. FREA menjadi institusi yang menjembatani antara universitas dan private enterprises untuk menghasilkan produk komersial. Fasilitas yang ada di FREA adalah penelitian mengenai hydrogen energy, wind power, photovoltaic power, geothermal energy, shallow geothermal dan hydrogeology team. Peserta berkunjung ke lab tempat pembuatan photovoltaic bagaimana proses pemotongan bongkahan batu menjadi kepingan yang sangat tipis. Bagaimana proses shallow geothermal power untuk mensupply kebutuhan energi perumahan selama musin panas dan musim dingin. Pengalaman ini sangat bermanfaat untuk diterapkan di Indonesia karena Indonesia memiliki geothermal energy dan angin. Para peserta sakura juga secara antusias bertanya dan mengikuti diskusi secara aktif.

Mengunjungi shrine didekat FREA

 

Photovoltaic power

 


 

 

Acara hari ke 4 Sakura Science Program di Nihon University adalah lecture dan workshop on space structure creation - tensegrity structure oleh Prof Buntara S Gan. Pada lecture dan workshop tersebut para peserta dijelaskan mengenai tensegrity. Tensegrity adalah kependekan dari tensional integrity dimana struktur tersebut berada pada self-equilibrium state atau struktur tanpa pondasi. Struktur seperti ini banyak digunakan di ruang angkasa dimana gravity nol.

Prof Buntara menjelaskan tentang “The Tensegrity Theory”

Setelah mengikuti lecture mengenai tensegrity peserta sakura kemudian mengikuti workshop mengenai cara membuat 6-pkex cylinder yang merupakan salah Struktur tensegrity. Pertama-tama Prof Buntara membagikan 6 batang kayu pendek kepada para peserta dan 6 buah tali untuk menyambungkan ke 6 batang tersebut. Semua peserta membuat tensegrity structure dengan teliti dalam waktu yang singkat. Para peserta boleh membawa hasil tensegrity yang mereka rakit ke Indonesia.

Prof Buntara beserta Pak Jouvan membuat 6-plex cylinder

 

Mahasiswa memamerkan 6-plex cylinder yang mereka buat sendiri

Sesudah lelah mengikuti lecture dan workshop jam 6 sore para peserta diajak makan malam di Japanese restaurant yang harus memasak sendiri. Kami semua memasak okonomiyaki dan modianyaki di atas meja masing masing, suatu pengalaman yang menarik dapat membuat makanan Jepang dengan memasak sendiri, oishi.

Pengalaman membuat makanan Japan dengan memasak sendiri

 

 


Day 5

 

Hari ke 5 Sakura Science Program di isi dengan kegiatan di luar kota Koriyama yang ditempuh selama 2.5 jam dengan bis. Peserta meninggalkan Nihon University jam 10 dan tiba di Iwaki sekitar pukul 11 pagi. Peserta Sakura Science Program melihat Nikoso Power Station yang menggunakan bahan baku batu bara. Batu bara yang digunakan oleh Nikoso Power salah satunya juga berasal dari Indonesia.

Dalam perjalanan ke Iwaki, peserta berkunjung ke Miharu town untuk melihat kebudayaan tradisional Jepang. Di Miharu Town para peserta melihat bagaimana cara membuat topeng dan melihat bagaimana topeng tersebut digunakan pada saat menari. Rombongan tiba di Iwaki sekitar pukul 2 siang dan kami disambut oleh Hiriaki Kamei yang merupakan Manager Electrical and Control System Engineering Group Nikoso Power Station IGCC Department.

Peserta Sakura Science Program berfoto di depan Batch Plan No. 10

 

Sambutan untuk Universitas Bakrie dari Nikoso Power Station

 

Di  Miharu Town sambil melihat kebudayaan tradisional Jepang salah satunya membuat topeng

 

Di Nikoso Power Station para peserta melihat bagaimana proses IGCC (Integrated Gasification Coal Combined) di plant number 10, dan berkesempatan untuk melihat turbine, control room.

Mendapatkan pengalaman berharga dengan berkesempatan melihat bagaimana proses IGCC (Integrated Gasification Coal Combined) dijalankan.

Day 6

Tidak terasa Sakura Science Program yang melibatkan mahasiswa Teknik Sipil Universitas Bakrie dengan Nihon University sudah hampir selesai. Di hari keenam semua peserta pagi-pagi meninggalkan Koriyama City untuk menuju Tokyo demgan menggunakan shinkansen yamabiko. Setelah menaruh bagasi di hotel Nikko Kawasaki, kami semua menuju ke Miraikan Museum of Science dan ke Tokyo Gas Museum di daerah Toyosu. Banyak hal hal menarik dan baru yang diperoleh mahasiswa peserta program di kedua museum tersebut. Daerah Toyosu dimana kedua museum tersebut berada merupakan kawasan reklamasi dan infrastruktur di daerah tersebut maju dengan pesat. Mahasiswa teknik sipil melihat berbagai kemajuan infrastruktur di daerah tersebut. Sesudah selesai mengunjungi kedua museum tersebut acara selanjutnya adalah berkunjung ke Harajuku untuk melihat gaya anak muda Jepang. Berakhirlah acara Sakura Science Program yang sangat luar biasa dan banyak sekali memberikan pengalaman dan manfaat kepada para peserta khususnya mahasiswa teknik sipil Universitas Bakrie. Terima kasih JST (Japan Science and Technology Agency), terima kasih Nihon University dan khususnya kepada Prof Buntara Gan yang menjadi pembimbing kita semua selama mengikuti Sakura Science program.

Mengunjungi Miraikan Science Museum

 

Melihat keindahan bangunan di sekitar Toyosu

 

Tokyo Gas Museum

 

Infrastruktur di daerah Toyosu

 

Di dalam Subway menuju Harajuku
Rektor Universitas Bakrie diapit dua mahasiswa Teknik Sipil Nihon University, Muffy dan Kurabe

 

Siap berangkat ke Haneda dari Nikko hotel di Kawasaki

 

Peserta Sakura Science Program  tiba di Bandara Soekarno Hatta dengan selamat