fbpx

B Innovation, kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh Pusat Inkubator Bisnis (PIIB) Universitas Bakrie kembali hadir pada Jumat, 26 November 2021, dengan narasumber Fajar Tawakal, Alumni Universitas Bakrie yang tengah merintis usaha bernama Digiternak.id. Digiternak adalah sebuah platform Qurban online yang dirintis sebagai pemerataan kegiatan dan pembagian dari kegiatan Qurban di masa Pandemi COVID-19 ini. Digiternak pada tahun ke keduanya berdiri ini telah melebarkan sayap ke beberapa daerah Indonesia yaitu daerah Sumatra, Jawa Bali, NTT, dan NTB.

Acara secara resmi dibuka oleh oleh Bapak Rustam Fauzi, SE, M. Ak.,  Manager Inkubator Bisnis Universitas Bakrie menyatakan bahwa momen ini bertujuan untuk memberikan semangat dan inspirasi kepada generasi millenial yang sedang berjuang menjalankan bisnisnya. Selain itu, dibutuhkan juga kiat untuk mengembangkan dan mempertahankan jiwa kreativitas agar memiliki kapabilitas dalam menjawab persaingan di pasar global dan dan bangkit dalam krisis pandemi. Sangat penting bagi generasi muda untuk memiliki pola pikir berbeda, agar dapat berperan sebagai pencipta lapangan pekerjaan, bukan hanya sebatas sebagai seorang pekerja.

Fajar mengatakan bahwa PIIB yang dulunya bernama UBPreneur ini menunjukkan komitmennya dalam mendorong mahasiswa untuk menorehkan prestasi, ditambah dengan adanya digitalisasi yang berkembang dikalangan generasi millennial ini berpotensi mempermudah proses para millenial untuk mendapatkan keuntungan yang mereka incar. 

Fajar juga menyampaikan “Mulailah suatu usaha dari modal yang terbilang tidak banyak, sehingga setiap harinya kita terpacu untuk menghasilkan hasil yang lebih banyak dari modal pertama yang kita keluarkan”. Fajar juga mengatakan betapa pentingnya memiliki orang-orang terdekat yang mampu memberikan dukungan kepada kita sebagai perintis sebuah bisnis, karena dihari yang akan datang kita belum tentu dapat menebak apa yang akan terjadi dalam bisnis yang sedang kita jalankan. “Oleh karena itu, penting sekali untuk teman-teman semua dapat mengerti dan mengetahui mana kawan yang benar-benar kawan yang mampu mendukung kita, dan penting sekali untuk teman-teman semuanya untuk mampu memberikan batasan-batasan ketika bekerja. Karena kadang ketika baru merintis sesuatu kita terkesan menjadi orang yang overlimit.

Dan tentunya yang tidak kalah penting,  harus ada kemauan dan usaha keras dari masing-masing individu untuk mencapai kesuksesan dalam proses pengembangan usaha/bisnis yang sedang mereka geluti.

 

Jakarta, 26 November 2021, Universitas Bakrie kembali mengadakan online event Merdeka Kata Mahasiswa (Metamasa) untuk kedua kalinya. Mengusung tema Education for Future sebagai bentuk motivasi untuk generasi muda yang masih terus berjuang untuk pendidikan, Metamasa menghadirkan Emir Mahira, aktor muda yang dikenal dengan segudang prestasi. Selain Emir, ada Mercedez Ernanda yaitu mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Bakrie yang kini tengah menempuh program pertukaran pelajar ke University of Zagreb Kroasia, dan penampilan musik spesial dari penyanyi muda IDGITAF.

 

Mercedes Ernanda yang menjadi narasumber pertama dalam kegiatan ini berpendapat bahwa merdeka baginya adalah tidak takut untuk berpendapat “aku pernah mengalami momen dimana aku takut untuk jawab pertanyaan dosen di kelas, karena aku nggak pede sama ilmu yang aku punya, dan takut salah” namun menurutnya mindset tersebut bisa membuat mahasiswa tidak berkembang. Ia juga membagikan pengalamannya hingga bisa mengikuti pertukaran pelajar ke Kroasia. Mercy menjelaskan bahwa Kaprodinya adalah salah satu orang yang berjasa dalam proses keberangkatannya, Mercy bercerita bahwa dirinya mendapatkan banyak informasi dan motivasi dari sang Kaprodi. Mercy mengakui bahwa awalnya ia ragu bisa lolos seleksi, hingga tahapan demi tahapan sukses ia lalui dan mendapatkan namanya lolos menjadi salah satu mahasiswa yang terpilih untuk mengikuti studi di University of Zagreb. “Pesan aku untuk seluruh calon mahasiswa adalah jangan sampai jadi anak muda yang takut berpendapat, terutama di dalam kelas. Jangan pernah ragu untuk mengekspresikan potensi yang kita miliki, karena wawasan kita akan semakin kaya jika ditambahkan banyak sudut pandang orang lain”.

 

 

Pada sesi pembicara kedua, Emir Mahira Salim juga menyampaikan pendapatnya terkait betapa pentingnya pendidikan untuk masa depan. Aktor yang banyak membintangi film ini membuktikan bahwa ia bisa membagi waktu antara pekerjaan dan pendidikan dengan baik, salah satunya adalah ia berhasil menyelesaikan studinya di University of British Colombia. “Pendidikan adalah hal yang sangat penting, dalam hal apapun yang kita kerjakan, tidak ada ilmu yang tidak terpakai” Emir menambahkan bahwa anak muda harus bisa memecahkan berbagai permasalahan sosial yang kerap timbul di masa ini “critical thinking, moral purpose, dan behavior, buat aku adalah elemen yang bisa membantu menganalisa masalah dan menghasilkan solusi yang bisa memuaskan di kemudian hari”. tutupnya.

 

 

Ditengah-tengah kegiatan, IDGITAF hadir menghibur peserta METAMASA yang didominasi siswa SMA/Sederajat dengan menyanyikan lagu Hal Indah Butuh Waktu Datang.

 

 

Rektor Universitas Bakrie, Prof. Ir. Sofia W Alisjahbana turut menyapa para partisipan zoom. Beliau menyampaikan bahwa Universitas Bakrie yang masih berusia muda sudah mendapatkan sederet prestasi, diantaranya dinobatkan sebagai PTS terbaik kedua di Indonesia versi Times Higher Education 2021, selain itu pada bulan November ini THE kembali memilih Universitas Bakrie sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi di Indonesia yang bersanding dalam 17 Universitas di dunia yang berhasil menerapkan Net Zero Emission, “hal ini dapat berarti bahwa kampus telah berhasil melakukan pengembangan baik di bidang pembelajaran dan kontribusi bagi masyarakat”

 

 

Rektor Universitas Bakrie berharap Metamasa ini bisa menjadi ajang motivasi bagi anak-anak muda dalam mengejar mimpinya. “walaupun dalam kondisi pandemi, pendidikan tetap harus berjalan sebab pendidikan yang berkualitas merupakan kunci kebangkitan suatu bangsa” oleh karena itu, pada masa ini Universitas Bakrie berkomitmen untuk menyediakan banyak kuota beasiswa bagi calon mahasiswa, selain itu mahasiswa aktif yang berprestasi juga berkesempatan mendapatkan beasiswa full beserta uang saku setiap bulannya.

Sebagai wujud komitmen dari visi  a World Class Quality Education, Universitas Bakrie resmikan jalinan kerja sama dengan Universti Teknologi Mara (UiTM) melalui online MoU Signing pada Jumat, 26 November 2021. Melalui perjanjian ini, kedua institusi sepakat untuk mendorong dan mempromosikan kerja sama internasional pada bidang; pertukaran dosen dan mahasiswa untuk masa studi atau penelitian, penyelenggaraan simposium, konferensi, short course dan pertemuan-pertemuan tentang masalah penelitian, hingga pertukaran informasi yang berkaitan dengan perkembangan pengajaran. 

 Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Petahana Hermono yang turut menghadiri seremoni tersebut menyatakan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu membuka hubungan bilateral khususnya pada bidang perguruan tinggi. Petahana menambahkan, “pengembangan sumber daya manusia dari kedua negara ini bisa menjadi potensi dalam menjawab tantangan di dunia pendidikan yang muncul di tengah pandemi”.

 Rektor Universitas Bakrie, Prof. Sofia W Alisjahbana memberikan apresiasi yang besar kepada kedua Universitas setelah melalui proses dan diskusi panjang demi memanifestasikan kerjasama ini. Menurutnya, Universitas Bakrie akan terus berupaya dalam mengembangkan dan meneruskan kerja sama ini.

Kegiatan Workshop yang diselenggarakan oleh Universitas Bakrie melalui Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPkM) pada 23 November - 9 Desember 2021 ini merupakan bentuk kerjasama pelatihan kepada Kelompok Usaha Bakrie, yaitu Bakrie Amanah. Mengusung tema Leadership and Personal Effectiveness, workshop ini akan dilaksanakan dalam lima sesi dengan pemateri M. Taufiq Amir, M.M., Ph.D., Dr. Ir. Urip Sedyowidodo, M.M., IPM., Ananda Fortunisa, S.E., M.Si. yang merupakan Dosen dari Program Studi Manajemen UBakrie.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh dibuka langsung oleh Bapak Setiadi Ihsan selaku Manager Badan Pengelola Bakrie Untuk Negeri, dan Bapak M Tri Andika selaku Wakil Rektor II Universitas Bakrie. Kedua pihak memberikan apresiasi yang besar atas berjalannya pelatihan ini, Warek II Universitas Bakrie juga menyatakan bahwa kampus akan selalu siap mendukung kegiatan lain yang berhubungan dengan pelatihan atau pengajaran, serta berharap kerjasama ini bisa bersifat berkelanjutan.

 

Kegiatan ini turut diikuti oleh 30 Karyawan Bakrie Amanah dari level manajerial dan level staff ini akan diselenggarakan dengan metode pembelajaran yang dinamis dan interaktif melalui refleksi, diskusi dan berbagi, aktivitas kelompok, permainan, latihan, pemecahan kasus langsung dengan kondisi Bakrie Amanah, serta pemutaran video. Luaran yang diharapkan kepada peserta ialah keterampilan di tiga area yaitu; kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan interpersonal skills.

Kegiatan pelatihan ini diinisiasi oleh International Office Laboratorium Teknik Industri berkolaborasi dengan UNHCR yang berlangsung mulai tanggal 9-11 November 2021, bersama Bapak Raden Jachryandestama, S.T., MLSM (Dosen Teknik Industri UBakrie), bersama Ibu Holila Hatta Kepala International Office Universitas Bakrie

Selengkapnya...

“Kami sebagai praktisi tentunya sangat mahir dalam penerapan teknologi dilapangan. Universitas Bakrie mempunyai tenaga pengajar dan peneliti yang sangat maju dalam teori, penelitian, teknologi serta penemuan baru. Hubungan antara Bakrie Group dengan Universitas Bakrie merupakan kerjasama dan kolaborasi yang saling melengkapi.”

Dicky Setiawan

Direktur Utama PT Bakrie Pangripta Loka (BPL)
Testimoni Alumni Teknik Sipil

coming up event